Bank Indonesia Kalsel Panen Perdana Cabai dan Ikan Lele di Rumah Pangan Lestari

0
36 views

Guna membantu menekan laju inflasi yang kerap ditimbulkan dari flutuasi pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dalam upayanya ikut membantu pengendalian inflasi yang kerap muncul dari sektor pangan. Membuat program Rumah Pangan Lestari (RPL), dengan memanfaatkan lahan seluas 1 hektar di lokasi di Jalan Ahmad Yani kilometer 23 Kota Banjarbaru. Yang dulunya merupakan lahan Ruang Tungku atau tempat pembakaran uang milik Bank Indonesia.

“RPL BI Kalsel hari ini panen perdana cabai seluas 1 hektar dan panen ikan lele di lima kolam terpal, kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Herawanto, usai panen perdana di Kota Banjarbaru, Kamis (20/12).

Hadir pada kegiatan ini Asisten III Provinsi Kalimantan Selatan Heriansyah, Wakil Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, dan Kepala Bulog Divre Kalimantan Selatan Awaludin Iqbal.

Kata Herawanto, upayanya memanfaatkan RPL tidak sekedar memanfaatkan lahan tidur di pekarangan sekitar rumah, namun juga memberdayakan lahan milik instansi/korporasi. RPL ini juga tidak hanya membudidayakan tanaman sayur-sayuran, namun juga ikan dan ternak yang dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari.

“Alasan kami menginisiasi program ini yaitu lahan ini adalah lahan produktif tetapi belum dioptimalkan. Selanjutnya, komoditas yang kami tanam adalah komoditas sayur yang menjadi konsumsi pokok sehari-hari. Terkait pemilihan jenis ikan, kami mempertimbangkan bahwa ikan lele dapat menjadi barang substitusi ikan tawar yang persisten menyumbang inflasi, seperti ikan gabus. Pemeliharaan ikan jenis tersebut juga mudah dan dapat dilakukan siapa saja,” katanya.

Di samping aspek pemberdayaan lahan, RPL ini juga menjadi wadah pemberdayaan karyawan outsourcing yang bertindak sebagai pengelola. Dengan pembinaan teknis dari BI Kalsel, para messenger, satpam, pengemudi, dan cleaning service mampu mengelola RPL ini dengan baik.

Dalam kesempatan ini, BI Kalsel juga menyelenggarakan pelatihan budidaya tanaman dalam polybag dan hidroponik kepada PKK dan pesantren selama 2 hari. Tujuan pelatihan tersebut yaitu agar peserta pelatihan dapat mereplikasi RPL ini di lingkungan masing-masing. Kami mengharapkan pula bahwa RPL ini tidak sekedar aktivitas temporal tetapi menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga yang struktural. Sebagai bagian dari rantai bisnis pemenuhan supply untuk menahan tekanan inflasi.

Sementara Asisten III Provinsi Kalimantan Selatan Heriansyah menyambut baik upaya BI Kalsel memberdayakan lahan tidur menjadi lahan produktif untuk membantu pengendalian inflasi bidang pangan.

“Upaya RPL BI Kalsel kami apresiasi, karena selain aspek pemenuhan kebutuhan pangan dan menunjang upaya pengendalian inflasi, RPL ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi, melalui konsumsi pribadi ataupun dijual, bagi para pengelolanya,” katanya.

Kata Heri, keberhasilan RPL Bumi Tangi ini kami harapkan dapat direplikasikan oleh instansi-instansi lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here