Majelis Adat Dayak Nasional Kalsel Keberatan Excavator Diduga Milik Adaro Memasuki Lahan Warga

0
121 views

Dewan Adat Dayak (DAD) dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Barito Timur Kalteng dan Kalimantan Selatan membela Heriyanto — putra dayak Tabalong yang mengaku memiliki tanah seluas 10 hektar di Jalan Kuning, Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel, yang diduga dan di klaim milik PT Adaro, padahal selama ini pemilik lahan tak pernah menjual lahan.

Selain itu Deputi Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Kalsel, Ramond, menyatakan keberatan adanya alat berat excavator yang berada di lahan milik Heriyanto sejak tanggal 8 Desember 2018.

“Kami heran mengapa ada alat berat disitu, kami saat ini mencari orang yang memerintahkan menempatkan alat berat berupa excavator di lahan milik warga Dayak, Heriyanto. Kami juga tak menyita alat berat itu, kami hanya mempertanyakan pihak yang menaruh alat berat di lahan yang masih jadi sengketa ini,” kata Ramond, Minggu malam (9/12).

Tokoh dayak Kalsel ini juga mempertanyakan, tindakan dari PT Adaro. “Apa tak malu perusahaan besar dengan reputasi dunia, melakukan hal-hal seperti ini. Jangan disalahkan jika sampai ada dugaan atau tudingan Adaro masih mau mencuri batubara di lahan milik warga,” katanya.

Pihaknya selama ini memilih tak berbuat anarkis. Ramond berkata suku Dayak hanya ingin mempertankan hak salah satu hak warga Dayak yang tanahnya diklaim sepihak oleh PT Adaro Indonesia.

“Intinya, kami tidak akan pernah meninggalkan lokasi tersebut sampai masalah terselesaikan dengan baik oleh PT Adaro Indonesia,” ucap Ramond.

Lantaran persoalan ini berlarut-larut, ia mencari cantolan dukungan ke Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Cornelis di Pontianak, Kalimantan Barat. Ramond menuturkan Cornelis ikut mengawal dan membantu memperjuangkan warga Dayak yang terkena masalah lahan.

“Majelis Adat Dayak Nasional siap berada digaris paling depan untuk berjuang atas lahan yang dikuasai Adaro,” ucap Ramond.

Ramond menyesalkan pihak Adaro selalu melibatkan aparat keamanan dalam menghadapi persoalan lahan warga Dayak. Pelibatan polisi di area tambang kerap memicu tindakan represif ketimbang persuasif. Padahal selama ini warga Dayak tak melakukan perbuatan anarkis.

Ramond berkata bahwa Heriyanto memiliki semua bukti dan dokumen sahih atas lahan tersebut. Heryanto sudah memberikan surat kuasa ke MADN untuk mengurus persoalan ini diselesaikan dengan baik.

“Intinya, pihak pemilik lahan selama ini tak pernah menjual lahan yang dia miliki, itu dasar kami mau membantu warga Dayak yang terkena masalah soal lahan ini,” kata Ramond.

yus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here