Pasar Terapung Budaya Banjar

0
27 views

BANJARMASIN – Menyusul ucapan pengkleman Pasar Terapung oleh Bupati Banjar, Khailulrahman beberapa hari lalu, mendapat respon langsung Gubernur Provinsi Kalsel Sahbirin Noor di acara Sapta Pesona di Kampung Sungai Jingah, Kamis (6/12) lalu.

Sahbirin yang dipanggil akrab Paman Birin mengatakan, hal seperti pemberitaan sebelumnya itu tidak perlu di permasalahkan, pasalnya Pasar Terapung itu merupakan khas budaya Banjar, jadi tidak ada yang perlu diributkan. “Karena sebenarnya Banjar itu ya kita semua, baik itu warga kabupaten Banjar, Banjarmasin ya orang Banjar jua,” katanya.

“Pasar Terapung semua kebudayaan khas Banjar harus diperhatikan termasuk satwa lindung seperti bakantan yang juga membutuhkan perlindungan dan pelestarian oleh kita semua. Kebudayaan lainnya juga harus dilestarikan,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Mokhammad Khuzaimi, sejarah Pasar Terapung yang merupakan budaya masyarakat Banjar. Ia mengatakan dalam sejarah Banjarmasin ratusan tahun silam, wilayah Banjarmasin yang disederhanakan menjadi Banjar itu meliputi Kalteng, Kaltim, Kalsel. Kemudian saat ini terbagi menjadi masing masing wilayah administrasi. Namun, pada intinya

Zimi menambahkan, orang-orang Lok Baintan dan Sungai Tabuk berdagang ke Banjarmasin, melewati Sungai Achmad Yani dan Sungai Veteran. Selain itu pedagang Lok Baintan juga berdagang di Pasar Harum Manis. Tidak itu saja, aktivitas berdagang di jukung juga ada di Samarinda, Kapuas, Amuntai dan daerah lainnya,

“Meskipun itu mereka itu disebut juga orang Banjar bukan orang Lok Baintan, bahkan semua warga di Kalsel disebut orang Banjar, ya karena itu kebiasaan sebutan sejak dulu,” ujarnya.

Yus/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here