Bantu Sesama, Bangga Menjadi Kader JKN

0
20 views

Banjarmasin – Menjadi berguna bagi lingkungan sekitar adalah kebanggan tersendiri. Hal itu lah yang memantapkan Ninik Purwanti untuk menjadi Kader JKN. Ninik melihat bahwa masyarakat di sekitarnya masih banyak yang belum memahami Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Program JKN-KIS ini sebenarnya sangat bermanfaat namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar memiliki JKN-KIS, atau justru belum sama sekali mengetahui tentang Program ini. Contoh kecilnya saja masyarakat di lingkungan tempat saya tinggal ini. Karenanya saya ingin turut berkontribusi menyukseskan program ini, dimulai dari hal yang kecil dari lingkungan tempat saya tinggal, dengan menjadi Kader JKN.” Ungkap Ninik.

Ninik yang merupakan seorang ibu Rumah Tangga, selalu aktif dan peduli terhadap kehidupan di lingkungan sekitarnya, selain menjadi Kader JKN ia juga terlebih dahulu aktif sebagai Kader PKK dan Kader di Posyandu. Ninik pun menuturkan pemahaman masyarakat yang masih kurang terhadap program ini justru merugikan masyarakat itu sendiri.

“Banyak sekali masyarakat sekitar yang masih belum mengetahui kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS, hanya tau mendaftarkan diri saja, setelah itu kewajiban untuk membayar iuran setiap bulan, bagaimana cara menggunakan kartu KIS itu, mereka tidak tau sama sekali sehingga KIS nya menjadi sia-sia. BPJS Kesehatan tentunya telah melakukan sosialisasi melalui berbagai cara namun pastinya tidak semua masyarakat bisa langsung menerima dan memahaminya. Setidaknya dengan menjadi Kader JKN saya bisa mengambil peran kecil agar Program JKN-KIS ini bisa terus ada untuk membantu masyarakat.”Tambah Ninik.

Menjadi Kader JKN pun tidak mudah, Ninik membagikan pengalamannya untuk melaksanakan kunjungan kaderisasi ke peserta akan lebih optimal apabila dilaksanakan setelah waktu Maghrib, dikarenakan saat pagi hingga sore hari kebanyakan peserta tidak berada di tempat. Tentunya Ninik pun harus berkorban waktu istirahatnya untuk bisa melaksanakanan kaderisasi yang tidak jarang hingga jam 10 larut malam. Selain itu tidak jarang kedatangannya ditolak oleh warga sekitar karena tidak percaya bila ia memang petugas mitra BPJS Kesehatan.

“Jadi kita harus menggandeng pejabat setempat apabila hendak berkunjung ke pemukiman warga, barulah mereka benar-benar percaya bila kita memang petugas resmi BPJS Kesehatan, tetapi lain lagi ceritanya bila pejabat setempatnya yang justru kontra dengan kehadiran kita, pendekatan dan komunikasi harus benar-benar diperhatikan.” Kata Ninik.
Namun semua kendala itu bukanlah penghalang karena menjadi Kader JKN merupakan tekad dari ibu Ninik untuk membantu sesamanya. (KA/gn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here