Berkat JKN-KIS Bisa Berobat Rutin, Operasi Juga Dijamin

0
3

BANJARMASIN – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan wujud kepedulian Pemerintah kepada masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Seperti diketahui, semakin tingginya biaya pelayanan kesehatan adalah salah satu penyebab masyarakat mengurungkan niat untuk berobat mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan. Namun, semenjak hadirnya Program JKN-KIS, hal tersebut bukanlah lagi menjadi masalah. Adalah Bapak Suradi, salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang biasa disebut sebagai peserta mandiri, yang sangat merasakan kehadiran Program JKN-KIS ini.

Ditemui dikediamannya yang Asri Bapak Suradi terlihat segar dan sehat, nampak seraut wajahnya yang bahagia. Tidak terasa tiga tahun yang lalu beliau baru saja menjalani operasi hernia yang sudah di deritanya sejak tahun 2010. Ayah dari 2 orang anak ini, mengaku kesehatan adalah investasi yang sangat berharga, inginnya selalu bisa hidup sehat dan selalu bisa berkarya untuk keluarganya, namun karena keterbatasan dana beliau mengaku menyimpan impian untuk melakukan operasi atas penyakit yang sedang dideritanya. Konsultasi selalu rutin beliau lakukan kepada dokter, namun angka angka yang disampaikan terlalu tinggi dan tidak bisa terjangkau oleh keadaan ekonominya kala itu.

Hingga akhirnya beliau dan keluarga mendapatkan kabar baik dari Pemerintah untuk mengikuti Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.

“Saya tertarik untuk ikut asuransi kesehatan pemerintah, karena biayanya yang murah dan bisa terjangkau oleh masyarakat. Sejak 2014 saya sudah terdaftar dan sejak itu saya komitmen untuk membayar iurannya.” Kata Suradi.

Suradi juga bercerita pengalaman keluarganya mengalami keadaan ekonomi yang tidak stabil hingga dirinya tidak dapat melakukan pembayaran iuran. “Saat itu saya bawa kartu saya mau bayar iuran dan ternyata ternyata tagihannya sangat banyak sekali karena sudah lebih dari 3 bulan tidak melakukan pembayaran. Namun kami bertekad untuk bisa membayarnya. Sejalan dengan waktu, akhirnya iuran tersebut dapat kami selesaikan walaupun dengan susah payah. Hal ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kami, untuk bisa rutin setiap bulannya membayar iuran karena apabila sampi terlewat dan tagihannya menumpuk, akan susah untuk membayarnya.” tambah Suradi.

Hingga jadwal operasi pun tiba, Pak Suradi pun lega bahwa dirinya sudah dapat jadwal yang pasti untuk operasi hernianya, namun ketenangan itu kembali terusik ketika beliau disampaikan informasi tentang denda yang dikenakan kepada pasien JKN karena adanya keterlambatan pembayaran iuran.

“Saya kembali khawatir apakah operasi hernia saya akan di tunda lagi karena adanya denda. Tapi ternyata tidak, pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan baik, saya tetap dilayani walaupun ada kewajiban yang harus segera saya selesaikan.” Terang Suradi.

Dan kini beliau mengaku merasa berhutang budi pada peserta-peserta JKN lain, karena jika dia menghitung secara kasar jumlah iuran yang beliau bayarkan tidaklah menutupi jumlah biaya yang dikeluarkan saat operasi di Rumah Sakit. Dengan sistem gotong royong melalui Program JKN-KIS ini semuanya bisa dipecahkan.

“Perlu berapa tahun saya harus mengumpulkan uang sebanyak itu agar saya dapat dioperasi. Menurut saya adanya ketentuan denda bagi peserta yang terlambat melakukan pembayaran adalah wajar, sebagai bentuk pendisiplinan bagi peserta untuk melakukan pembayaran iurannya setiap bulan. Harusnya kita malu jika terlambat membayar, kita sudah ditolong tapi tidak disiplin dalam membayar iuran.” Ujar Suradi.

Kini Pak Suradi aktif menyarankan teman-teman di sekitar tempat ia tinggal, agar segera mendaftarkan keluarganya pada Program JKN-KIS, karena kita tidak pernah tau kapan kita sakit dan kapan kita sehat. Beliau punya prinsip iuran yang sudah ia keluarkan adalah sebagai sedekah yang tidak terasa di keluarkan setiap bulannya.

Mengakhiri pertemuan dengan pak Suradi, beliau menyampaikan harapannya agar BPJS Kesehatan tetap dapat terus melayani masyarakat Indonesia dalam keadaan apapun, sehingga rakyat kecil sepertinya dapat merasakan arti hadirnya Pemerintah. (KA/gn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here