Polresta Banjarmasin Blender 17 Kg Sabu dan 146 Ineks Jaringan Malaysia

0
27 views

BANJARMASIN – Polisi melebur 17 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dan 146 butir ineks dari jaringan Malaysia di Mapolres Banjarmasin, Rabu (23/1/2019). Waka Polresta Banjarmasin AKBP Rahmat Budi Handoko mengatakan barang bukti ini hasil penangkap periode Nopember dan Desember 2018.

Barang bukti narkoba hendak dibuat pesta malam tahun baru. Rahmat menyebut nilai barang bukti narkoba yang dihancurkan setara Rp 18 miliar.

“Dengan digagalkannya peredaran narkotika ini, polisi bisa menyelamatkan kurang lebih 360 ribu jiwa dari ancaman narkoba dengan estimasi 1 gram sabu dikonsumsi 20 orang,” kata AKBP Rahmat Budi Handoko di sela pemusnahan barang bukti bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin, Rabu (23/1).

Menurut Rahmat, ungkap sabu-sabu 17 kilogram dan ratusan ineks ini berdasarkan proses penyelidikan 12 tersangka yang berhasil ditangkap. “Ada beberapa tersangka baru yang akan kami tangkap,” ucap Rahmat.

Ia berkata sindikat jaringan narkoba merekrut anggota untuk mengedarkan sabu-sabu memakai sistem putus sekali pakai. “Aartinya pihak bandar hanya mempekerjakan satu kali saja, ketika ingin mengedarkan mereka cari lagi orang baru, begitu seterusnya,” katanya.

Pihaknya tegas perang terhadap narkoba di Kota Banjarmasin. Untuk itu Polresta Banjarmasin menyiapkan hadiah besar bagi masyarakat yang berhasil memberikan informasi valid terhadap adanya peredaran narkoba di Banjarmasin.

“Kami akan memberikan hadiah yang layak kepada informasi narkoba yang berhasil mendapatkan data dan informasi narkoba di wilayahnya. Laporkan kepada kami,” ucap Rahmat Budi.

Sementara itu, Kasubsi Pra Penuntutan Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Harry mengatakan, hasil tangkapan narkoba sebanyak itu merupakan terbesar di Kota Banjarmasin selama tahun 2018. Ia bersyukur narkoba gagal beredar mengingat dampak negatif terhadap generasi muda.

Harry mengimbau para pelaku pengedar narkoba agar jera karena ancaman hukuman pengedar narkoba pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati. “Sedangkan ancaman hukuman paling rendah adalah minimal enam tahun,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here