Refleksi Akhir Tahun 2018 Kupas Pemikiran Gus Dur

0
29 views

BANJARMASIN – Kalangan civitas akademika Universitas NU Kalimantan, bersama sejumlah Lembaga dan badan otonom lainnya di PWNU Kalsel melepas tahun 2018 dengan menyelenggarakan Istighosah sekaligus memperingati Haul Gus Dur ke-9 di Masjid Syaikh Abdul Qadri Hasan, Komplek Universitas NU Kalsel, Jalan Ahmad Yani Km 12,5, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Senin malam (31/12/2018).

 

 

Istighosah bertema “Menyongsong Hari Esok yang Lebih Baik”. Rangkaian acara diawali sholat Magrib berjamaah. Kemudian sholat Hajat, membaca Yasin, Sholawat Kamila, Istighosah, Tahlilan, dan testimoni tokoh-tokoh NU tentang Gus Dur.

 

 

Dalam acara yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kalsel M. Hafizh Ridho, itu menampilkan HM Syarbani Haira sebagai penyampai testimoni pertama. Mantan Ketua PWNU Kalsel periode 2007 – 2017 itu mengaku kenal langsung dengan Gus Dur sejak 1978, saat mengawali nyantri di Yogyakarta, dalam sebuah acara di UGM.

Syarbani mencatat sedikitnya dia menggaris bawahi ada tiga ide besar Gus Dur dari ide besar lainnya. Pertama, Gus Dur konsisten membangun civil society dengan benar. “Bagi Gus Dur kebersamaan itu langkah utama untuk menjadi bangsa yang maju,” kata Syarbani lewat siaran pers ke banjarhits.ID, Selasa (1/1/2019).

 

 

Kedua, jika NU mau maju, maka tak ada pilihan lain bagi kadernya harus membangun SDM dengan benar, SDM yang kualitatif. Adapun ide besar ketiga, tak ada pilihan lain bagi Gus Dur adalah dengan selalu memacu umat untuk selalu hidup berkualitas, sederhana, adil, istiqomah, dan toleransi serta saling menghargai.

Sementara empat orang penyampai testimoni lainnya rata-rata mengaku pengagum Gus Dur sejak kecil. Bagi mereka, menjalankan ide dan gagasan Gus Dur dan aktif di NU justru berkah. “Saya merasakannya. Bayangkan, saya orang susah, anak petani, tetapi bisa kuliah hingga S3 dengan gelas doktor” tutur Muhammad Zazin, anggota KPU Kalsel.

 

 

Semua peserta pertemuan cukup antusias. Mereka mengapresiatif terhadap Gus Dur, sembari bertekad untuk mengaplikasikan ide-ide besar dari Gus Dur untuk agama, nusa, dan bangsa, khususnya untuk kemajuan banua tercinta. “Ide Gus Dur kita implementasikan di daerah ini,” tuturnya.

 

 

Sejumlah tokoh NU Kalsel seperti pendiri dan penggagas Universitas Kalsel HM Syarbani Haira, Wakil Sekjen PP Pergunu Suhardi, Ketua Gusdurian Siti Tarawiah, Ketua Lakpesdam Hafizh Ridho Benruman, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Fathul Ilmi, Anggota KPU Kalsel Muhammad Zazin, Badan Pengelola Universitas NU Kalsel Ir. HM. Karjani, Ketua LPPNU Kalsel Abdul Hadi, M.Agri, dan sejumlah aktivis NU lainnya.

 

 

Acara yang dimotori civitas akademika Universitas NU Kalsel, Dewan Mahasiswa UNU Kalsel, UKM Bidang Keagamaan, KMNU UNU Kalsel, PMII UNU Kalsel, dan Gusdurian Kalsel ini berlangsung syahdu dan serius.

 

banjarhits/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here