Dinas Kesehatan Kalsel Sosialisasi Makanan Bergizi Tekan Kurang Gizi Pada Anak

0
49 views

BANJARMASIN – Dalam rangka Hari Gizi Nasional Provinsi Kalsel ke 59 Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mengelar Senam Pagi di Siring 0 KM, jalan Jenderal Sudirman, Minggu (10/2/2019). Berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk tekan rasio kurang gizi pada anak. Rangkaian acara diantaranya demo memasak sarapan gizi seimbang dari DPC Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Kalsel, Chef Khusnuddin, Talkshow seputar pentingnya sarapan Gizi Seimbang juga digelar hadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muslim, Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kalsel, Hj Netty dan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah.

Menurut Muslim, masih tingginya stunting akibat kekurangan gizi pada anak menjadi salah satu fokus utama Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, pada Peringatan Hari Gizi Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke 59,

“Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, stunting di Kalsel tercatat sebesar 33 persen sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yaitu 30 persen. tetapi dari data Elektronik Pencatatan Pelaporan gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Dinkes Kalsel 2018 angka ini menurun di kisaran 22,2 persen,” jelas Muslim usai acara senam bersama.

Dikatakannya, secara umum di Kalsel beberapa daerah sudah mampu menekan angka stunting pada anak bahkan jauh di bawah 20 persen, diantaranya Kota Banjarbaru yaitu 11 persen dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 15 persen. Sedangkan daerah dengan angka stunting yang dinilai masih cukup tinggi yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan.

“Menekan angka stunting tak bisa hanya dilakukan dari sektor kesehatan saja, namun juga berbagai sektor lainnya termasuk SKPD lain di lingkungan Pemerintah Kalsel. Program sensitif pendukung kesehatan masyarakat dari sektor lain seperti perbaikan lingkungan, jamban sehat dan ketersediaan pangan yang berkelanjutan juga dinilai menjadi faktor penting menekan angka kurang gizi dan stunting,” ujar Muslim

Muslim mengharapkan, mudah-mudahan dengan gerakan seperti ini dan sinergis SKPD, PKK dan perangkat lain bisa terus dukung tekan stunting. Kita target kami harus rata-rata stunting di bawah 20 persen di semua daerah di Kalsel.

Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kalsel, Hj Netty mengungkapkan, rasio stunting harus terus ditekan paling tidak memenuhi batas tertinggi yang ditetapkan WHO maksimal 20 persen.

Ditempat yang sama Hj Raudatul Jannah Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalsel menjelaskan, pihaknya sebagai mitra pemerintah juga laksanakan berbagai program-program mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat termasuk peran ibu dalam keluarga sangatlah penting untuk memperhatikan gizi keluarga.

Raudatul mengatakan, menilai peran ibu dalam keluarga dengan pemahaman yang baik akan kesehatan sangat besar untuk mencegah stunting pada anak. Hal ini dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan termasuk untuk membiasakan ibu membawa anaknya ke posyandu agar dapat mendeteksi stunting secara dini bahkan sejak tahap kehamilan.

“Kader-kader PKK juga aktif lakukan penyuluhan datang langsung ke rumah warga. Jadi kalau semua sinergi termasuk PKK, Posyandu, Dasawisma dan Pemerintah kami yakin bisa lebih cepat pembangunan kesehatan di masyarakat,” paparnya.

Ida/inf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.