Pancasila Pedoman Etika Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

0
14 views

Martapura – Masyarakat Indonesia yang majemuk merupakan masyarakat yang multikultural. Berbagai suku, golongan, agama, dan dan ras menjadikan negara ini sebagai negara yang kaya akan budaya dan keberagaman. Hal inilah yang menjadikan nilai khusus bagi negara kita yang tidak dimiliki oleh negara lain. Keberagaman bukan membuat kita terpecah belah, justru melainkan menjadikan negara ini sebagai negara yang bersatu kuat diatas perbedaan – perbedaan tersebut,kata Anggota MPR RI Antung Fatmawati saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Masyarakat Desa Pingaran,Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan,Sabtu (16/2/2017).

Sumber filosofis etika kehidupan berbangsa dan bernegara pada hakikatnya berdasar pada filosofis Pancasila, secara objektif sebagai paradigma kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak hanya pada tingkatan legitimasi yuridis dan politis, melainkan juga pada tingkatan sosio-kultur-religius. Negara dan bangsa akan eksis dan berkembang dengan baik manakala dikembangkan etika berbangsa dan bernegara yaitu rasa persatuan, kebersamaan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Etika merupakan basis fundamental dalam proses terbentuknya suatu bangsa yang merupakan sebuah suasana kerohanian bagi bangsa tersebut dalam kehidupan sehari – hari. Selain itu juga etika berbangsa merupakan pondasi kelangungan hidup bangsa, sehingga manalaka runtuhnya etika berbangsa maka akan membawa akibat pada runtuhnya bangsa.

Pandangan filosofis menurut Pancasila bahwa sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu yang memiliki ciri khas, kepribadian, namun demikian juga sekaligus sebagai makhluk sosial. Artinya manusia sebagai makhluk Tuhan tidak pernah diciptakan secara individu, namun kodratnya manusia lahir dari sifatnya sebagai warga masyarakat. Manusia diciptakan dengan hakikat yang sama yaitu untuk melakukan suatu interaksi sosial yang baik. Oleh karena itu manusia membentuk suatu persekutuan hidup, untuk merealisasikan seluruh cita-cita dan keinginan bersama manusia lainnya. Dalam hubungan inilah maka manusia membentuk persekutuan hidup yang disebut dengan Negara. Jadi dalam suatu negara berbagai unsur yang membentuk masyarakat negara, merupakan suatu kesatuan integral.

Menurut Antung Fatmawati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendasarkan pada kesadaran moralitas multikultural. Perbedaan itu bukan untuk diperuncing melalui akar ciri khas perbedaan karunia tuhan, melainkan memiliki komitmen untuk menyatukan pandangan dan tujuan dalam kehidupan yang lebih mulia. Dewasa ini fakta menunjukkan moral multikultural kita semakin pudar terutama dalam proses demokrasi. Moralitas antar generasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat penting bagi terwujudnya tujuan negara.

“Kita harus menjadi bangsa yang semakin dewasa, yaitu dalam mengayuh biduk reformasi ini harus menggunakan akal sehat dan beradab, yaitu menilai suatu orde atau kekuasaan dalam negara ini yang baik untuk kita teruskan dan tingkatkan, namun yang tidak baik harus kita tinggalkan”,katanya

Sikap – sikap yang salah seperti menyalah-nyalahkan masa kepemimpinan masa lalu tidak ada gunanya. Disamping perbuatan sia -sia yang membuang waktu, hal – hal seperti itu hanya akan membawa perpecahan dan kerapuhan bangsa. Sudah saatnya sikap -sikap provokatif kita akhiri.,pungkas Antung Fatmawati.(*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here