7.918 Hektar Gambut di Kalsel Sudah Direstorasi

0
21 views

Banjarmasin – Badan Restorasi Gambut (BRG) terus Iakukan upaya aktif restorasi ekosistem gambut melalui kegiatan Pembasahan Kembali (Rewetting), Revegetasi. Revitalisasi SosialEkonomi masyarakat dan Program Desa Peduli Gambut di Provinsi Kalimantan Se|atan. H’ngga 2018. telah dllakukan pembasahan pada 7.918 hektar areal garrbut rusak dl Kalimantan Selatan.

Deputi Bidang Edukasi, Sosiallsasl, Partisipasi dan Kemitraan BRG, Dr. Myrna A. Safitrl dalam acara diskusi media di Banjarmasin hari ini menyatakan. ‘BRG dibentuk dan diberikan mandat melalui Perpres No. 1 Tahun 2016 untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi restorasl gambut all 7 provinsl prion’tas. salah satunya adalah Kalimantan Selatan. Pelaksanaan restorasi gambut di Kalimantan Selatan adalah sebesar 38.762 hektar.

Harapannya fungsi hidrologis ekosistem gan‘but yang terdegradasi akibat kebakaran hutan dapat kembali. Untuk itu. pembasahan kembali atau rewem‘ng dengan pembangunan lnfrastuktur Pembasahan Gambut (PIPG) menjadi salah satu program utama BRG dibarengi dengan revegetasi, atau penanaman kembali, dan nevitalisasi sosiaI-ekonom’ masyarakat agar upaya restorasi berkelanjutan.‘

Deputi Bidang Perencanaan dan Kerjasama Badan Restorasi Gambut. Dr. Budi Satya

Wardhana menambahkan, luas kebakaran gambut di area target restorasi gambut BRG di Kalimantan Selatan berkurang dari 12.739 hektar pada tahun 2015 menjadi 40 hektar pada tahun 2019. ‘PIPG yang dibangun oleh BRG bersama dengan mitra berhasil menurunkan titik panas semra signitikan di area sekitar lokasi PIPG. Jika berada pada radius 0.1 km dari PIPG, rata-rata hanya ada 2.4% hotspot. Semakin jauh dari PIPG, hotspot benambah. Misalnya pada jarak 1-2 km, ditemukan 5.6% hotspot dan pada jarak lebih dari 2 km ada 92% hotspot.‘ ungkap Budi.

Di Kalimantan Selatan. BRG. Pemda dan mitra LSM telah membangun Infrastruktur Pembasahan Garrbut (PIPG) sejak tahun 2016. Hingga 2018 telah berhasil dibangun 479 uni1 sumur her. 105 unit sekat kanal, 42 hektar lahan revegetasi dan 22 paket revitalisasi ekonomi.

Senada dengan itu. Dr. Ahmad Kurnain, Anggota Kelompok Ahll Badan Restores! Gambut menyatakan. ‘Pembasahan ekosistem gambut merupakan upaya awal pencegahan kebakaran. Namun demikian, kita perlu tetap waspada karena kebakaran masih berpotensi terjadi. Kemsakan gambut yang sangat parah memerlukan waktu panjang untuk pemulihan karena gambut belum sepenuhnya kemball pada kondisi semula. Upaya pembasahan kembali atau menjaga kebasahan ekosistem gambut memerlukan peran semua pihak baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam hal water shan’ng atau pemanfaatan air secara bersama dan adil. Karena seringkali dl lapangan yang menjadi titik rawan pemicu kebakaran lahan gambut adalah ketidakadilan dalam hal pengelolaan air.‘

Selain itu kegiatan penyiapan dan pemberdayaan masyarakat dllakukan melalui Program Des: Peduli Ganbut (DPG). Untuk Provlnsl Kalimantan Selatan. program DPG pada 2017-2018 dilakukan BRG betsama para mitra pada 26 desa/kelurahan yang berada dl Kabupaten Barito Kuala. Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kabupaten Tapin. Kabupaten Tabalong. dan Kabupaten Hulu Sungai Unra.

“BRG mengikutsertakan berbagal kalangan masyarakat untuk membantu menyabarkan pesan pantingnya menjaga ekosistem gambut di sekitar tempat unggal. Salah satu upaya BRG adalah dengan memberikan pelatihan kepada 16 081 Restores! Gambut di Kalimantan Selatan untuk  aktif menyuarakan perlindungan ekosistem gambut.

Dalam kaitannya dengan restorani gambut diharapkan melakukan implementasi Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendallannya (Fatwa Karhutla). Fatwa ini menetapkan mengharamkan perbuatan pembakaran lahan dan hutan yang menimbulkan kemudharatan, termasuk perbuatan memfasilitasi. membiarkan dan mengambll keuntungan atasnya. Peningkatan kesadaran masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan peran ularna sena masyarakat yang mayoritas muslim dalam peningkatan kepedulian dan aksi pelestarian lahan gambut masyarakat.

Pada tahun 2019 ini diharapkan seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha berkomitmen untuk terus menjaga eksistem gambut di Kalimantan Selatan. Terkait dengan restorasi gambut di lahan konsesi. BRG sesuai dengan fungsinya dalam Perpres No. 1/2016 melakukan asistensi teknis (supervisi) kepada perusahaan agar dapat menjalankan restorasi hidrologi sesuai peraturan. Saat ini fokus supervisi adalah untuk perusahaan sawit. BRG dan Ditjen Perkebunan telah memiliki MoU untuk pelaksanaan supervisi bersama.

Untuk memantau kinerja intervensi PIPG yang telah dibangun, BRG bersama mitra mengembangkan teknologi pemantauan tinggi muka air (TMA) di lahan gambut secara realtime melalul Sistem Pemantauan Air Lahan Gambut (SIPALAGA). Hingga Desember 2018, telah terpasang 5 unit alat pemantau TMA di Kalimantan Selatan. Alat pemantau TMA ini akan merekam parameter tinggi muka air, kelembaban tanah dan curah hujan per 10 menit dan akan mengirimkan datanya setlap harinya ke server pusat.

Rel/ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here