Kearipan Lokal dan Serasi Harus Seimbang

0
22 views

BATOLA – Gencarnya program pertanian baru dan modern yang diwadahi Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang digagas pemerintah pusat pasca perhelatan Hari Pangan Sedunia ke 38 tahun 2018 di Jejangkit kabupaten Barito Kala,para pelaku bina tani seluruh Kalimantan Selatan yang punyawilayah lahan rawa sibuk melakukan sosialisasi kepada petani.

Ketika Kepala BP3K kecamatan Sungai Tabuk Haji Muhammad  Yajidi SP memberikan arahan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Uaha Bersama desa Sungai Pinang Baru  ,para petani setempat perlu dilibatkan dalam hal Survey Investigsi Design (SID) yang dikerjakan konsultan didampingi penyuluh,agar tidak salah pemetaan. Yajidi mengingatkan kepada 15 perwakilan Kelompok Tani ,agar  lahan untuk program serasi pembuatan tanggul,sodetan parit sekunder,kuarter dan tersier benar-benar sesuai kehendak petani,sehinga pemolaan awal sampai yang diharapkan dalam program SERASI bisa berhasil.

Arahan berikutnya bagaimana hasil dialog petani dengan konsultan agar kearipan lokal tidak dipinggirkan ,karena upaya apapun datangnya teknologi tidak boleh meninggalkan pola tanam tradisi  yang kemungkinan sulit dibantah .

Kegiatan serasi tahun ini yang di kecamatan Sungai Tabuk mendapat jatah luasan 5800 hektar 500 hektar diantaranya di desa Sungai Pinang Baru  dari jatah kabupaten Banjar 40.000 hektar .Kalimantan Selatan menjadi pilihan bersama Sumatera Selatan menjadi cikal bakal pilot proyek serasi dengan jatah Kalsel 260.000 hektar.

Program serasi semuanya didanai pemerintah pusat langsung ditransfer kepada Kelompok Tani termasuk pasokan peralatan Alsintan ,dan hanya pengerjaan tanam dengan pola (Tabur Benih Langsung (Tabela) yang tidak mendapatkandana tambahan.

Program SERASI merupakan teknologi terobosan baru untuk mengolah lahan rawa agar produktif sebagai keseimbangan menjawab tantangan alam yang selama ini dilahan rawa hanya bergantung kepada iklim.Namun demikian meskipun program Serasi optimis dimasa datang,pola tradisi atau kearipan lokal jangan diabaikan dan ini harus menjadi kesepakatan bersama agar semuanya berhasil.

Selesai tahap awal mulai SID, pada bulan Oktober 2019 harus tanam varietas unggul inpara sistem Tabela,namun sebagian bisa dengan pola kearipan lokal,sistem tugal dan nantinya ditanam sistem tanam mundur (Tandur).

Dalam dialog  usai pengarahan, dalam hal jalan usaha tani bisa dilakukan bersamaan ketika membuat saluran  dengan eksavator, tanah galian dijadikan  jalan usaha tani.

Ayi Kuswana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here