Pasar Terapung Menjadi Saksi Arti Hadirnya Program JKN-KIS

0
21 views

BANJARMASIN – Sarbani (54) salah seorang pedagang pasar terapung, dengan muka ramah mendayung “jukung”nya (re:Perahu dalam Bahasa daerah Banjar) menghampiri perahu yang kami tumpangi.

“Dicoba pak jeruknya, manis-manis ini, 5 biji Rp25.000 saja, atau mau rambutannya ini pak 2 ikat Rp10.000 saja.” Sarbani Menawarkan dagangannya kepada kami dengan penuh semangatnya.

Sarbani mengaku telah berjualan di atas sungai ini dilakoninya selama 30 tahun lebih. Setiap harinya setelah Subuh berkumandang dan menunaikan ibadahnya, ia berangkat mendayung jukungnya ke pusat berkumpulnya para pedagang pasar terapung. Aktivitas jual-beli pasar tradisional di atas sungai ini memang sudah dimulai sejak pukul 06.00 pagi.
Sembari menawarkan dagangannya dan menikmati kegiatan yang terjadi di pasar terapung, tim Jamkesnews menyempatkan untuk menanyakan kepesertaan Sarbani dalam Program Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Ya, tentu saja saya sudah terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan, saya juga sudah pernah menggunakannya untuk berobat, sangat bermanfaat.” tanggap Sarbani langsung dengan tegas saat ditanyakan dirinya apakah telah menjadi peserta JKN-KIS.

Ia bercerita betapa tertolongnya dia dengan menjadi peserta JKN-KIS ini, ia mengaku untuk kondisi ekonomi keluarganya tidaklah cukup baik. Namun dengan berbekal kartu KIS, dirinya dan keluarga dapat selalu berobat tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun.

“Istri saya kondisi kesehatannya sudah menurun, sempat beberapa kali harus berobat ke puskesmas, bahkan pernah sampai dirujuk ke Rumah Sakit karena sempat divonis dokter mengalami maag kronis sehingga membutuhkan penanganan yang lebih lanjut. Dan semuanya itu ditanggung oleh BPJS Kesehatan.” ungkap Sarbani.

Sarbani mengaku tenang keluarganya telah tercover kesehatannya melalui program ini. Sarbani pun giat menghimbau kerabatnya, terutama pedagang-pedagang pasar terapung untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.

“Sebagian besar pedagang di sini sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, ibu-ibu itu yang berjualan lontong sayur, ibu-ibu yang berjualan wadai itu juga, sudah jadi peserta BPJS Kesehatan, saya langsung yang mengajaknya. Saya ajak karena saya sendiri sudah merasakan sendiri manfaatnya. Setidaknya dengan menjadi peserta JKN-KIS dapat membantu meringankan beban mereka.” jelas Sarbani.

Sebagai penutup, Sarbani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah banyak membantu dirinya dan keluarganya melalui Program JKN-KIS ini. Sarbani berharap masyarakat semakin sadar akan hadirnya program yang baik ini.

(KA/gn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here