Pembangunan di Kalsel Makin Melesat dan Berkembang Jika Jokowi – Amin yang Menang

0
11 views

BANJARMASIN – Proyek pengembangan Bandara Syamsuddin Noor, salah satu pembangunan di Kalsel yang diklaim hasil kerja Joko Widodo atau Jokowi, Presiden RI periode 2014 – 2019. Klaim ini diungkapkan kubu pengusung dan pendukung Jokowi, saat debat di Forum Diskusi Banua Meja Bundar bertajuk Memilih Pemimpin Masa Depan yang digelar Duta TV di Calamus Ballroom, Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Rabu (20/03).

Menurut Mardani H Maming, satu dari tiga perwakilan kubu 01 di debat tersebut, selain proyek bandara, masih ada hasil kerja lainnya dari Jokowi. Seperti, pembangunan jalan tol Banjarbaru – Batulicin. Diakui Mardani, pembangunan di Kalsel di era Jokowi tidak sepesat daerah lain di Indonesia.

Penyebabnya, karena di Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, kalah tipis dari rivalnya Prabowo Subianto yang ketika itu didampingi Cawapresnya Hatta Rajasa.

“Karena itu, di Pemilu 2019 ini, kita harus menangkan Jokowi – Amin, agar pembangunan di Kalsel bisa lebih pesat. Kita tidak mau lagi tertinggal dengan daerah lain,” kata mantan Bupati Tanah Bumbu itu.

Dalam debat yang dipandu dua Pimpinan Duta TV itu, Syaifuddin dan Diana Rosianti, Mardani tidak sendiri. Ia hadir mewakili kubu 01 bersama politisi Partai Golkar Kalsel Dewi Damayanti Said dan politisi PDI-P Fazlur Rahman.

Sedangkan kubu 02, diwakili Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel, Rusian, dan politisi Partai Gerindra Lufti Syaifudin, serta politisi PKS Kalsel Laivan Sufi Irwani.

Menanggapi Mardani, Rusian menilai, argumen kurang pesatnya pembangunan di Kalsel karena Jokowi kalah di provinsi pada Pemilu 2014 sangatlah tidak tepat. “Harusnya, sebagai pemimpin, dia memperhatikan seluruh daerah dan rakyatnya. Kalau pun di 2014 dia kalah di beberapa daerah, termasuk di Kalsel, toh semua juga rakyat yang harus diperhatikannya,” kata Rusian.

Kemenangan di 2014 itu, menurut Rusian, masih menjadi modal pihaknya untuk optimis memangkan pasangan yang diusung koalisinya, yakni Prabowo – Sandi. “Prabowo-Sandi menawarkan solusi bagi permasalahan di Kalsel. Bahkan keberhasilan bakal bisa lebih tinggi lagi dibandingkan era Jokowi-Ma’ruf,” ujarnya.

Saat mendapat gilirin berbicara, perwakilan kubu 01 lainnya, Dewi Damayanti Said menyampaikan keberhasilan kinerja luar biasa Jokowi memimpin Indonesia. Seperti dana desa yang sampai ketujuan masing masing Rp 1 Miliar. “Kinerja itu bisa dipertahankan Jokowi-Ma’ruf apabila mereka bisa melanjutkan kembali untuk periode kedua,” ujar Ketua Dewan Persatuan Wanita Partai Golkar Kalsel.

Sedangkan Fazlur Rahman di closing statement menekankan, agar masyarakat Kalsel tidak salah pilih memilih pemimpin masa depan. Artinya harus memilih pemimpin yang sudah jelas terbukti kinerjanya. ”Memilih pemimpin, bak memilih calon istri dan suami. Apabila salah pilih, maka seluruh keluarga akan rusak,” kata Fazlur.

Sementara itu, Lutfi yang juga anggota DPRD Kalsel, menyampaikan bahwa sosok Prabowo-Sandi merupakan sosok paling pas untuk Provinsi tertua dipulau Kalimantan. Sebab, ia melihat pasangan nomor urut 02 itu tidak menggebu-gebu dalam program pemenangan. “Indonesian ini negara kaya, kenapa swadaya pangan Pemerintah masih melakukan impor kenegara asing,” ujar politisi Partai Gerinda ini.

Alasan untuk memilih Prabowo – Sandi itu, dikuatkan Politisi PKS Kalsel, Laivan Sufi Irwani.
Menurutnya, Prabowo sudah dilegitimasi oleh lima ulama. Sedangkan Sandiaga Uno, kata dia, bukan hanya ganteng, namun berbanding lurus dengan kecerdasan.
“Apabila Prabowo-Sandi terpilih, kami memiliki program Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup dan Pajak Gratis,” kata Laivan.

release

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.