Gaet Kaum Milenial untuk Lestarikan Seni dan Budaya Kalsel

0
27 views

Banjarmasin, INFO BANUA- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Selatan (Kesbangpol Kalsel). Mengadakan acara sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dan aspresiasi masyarakat terhadap perkembangan kesenian dan kebudayaan daerah di Hotel Royal Jelita di Jalan A. Yani km 4.5 Senin (29/04).

Kegiatan sosialisasi peningkatan peran serta masyarakat dan juga apresiasi masyarakat tentang kesenian dan kebudayaan harus di lestarikan dalam upaya melakukan kesenian dan kebudayaan.

Apa lagi di masa saat ini di era milenial kebanyakan anak muda tidak tau dengan seni dan budaya serta adat isti adatnya sendiri karena di zaman secanggih ini semua serba tekhnologi apa lagi dengan adanya gadjed yang sekarang serba canggih dengan fitur game segala macam.

Permainan kebudayaan kita yang dulu seperti bermain enggrang, petak umpet, kelereng, dakuan, dan lain-lain itu sudah jarang kita temui sekarang karena anak muda sekarang sudah asik dengan gadjetnya dan sangat di akui kesenian dan kebudayaan kita sekarang sangat kurang.

Tapi tidak semua anak muda di zaman sekarang yang mabuk akan gedjednya banyak anak muda yang sadar akan seni dan kebudayaan kalau mereka datang ke suata tempat mau itu makanan, wisata. Atau apa pun mereka sadar maka mereka akan mempoto dan me upload itu ke media sosial mereka dan sehingga orang yang awal nya tidak tau tiba-tiba bisa menjadi tau.

Adi santoso Kepala Kesbangpol Kalsel menyampaikan, kegaiatan sosialisasi diharapkan makin menginsentifkan ketahanan tentang seni dan budaya di Kalsel dihadiri narasumber Elly dari Direktorat Ketahanan Budaya, Taufik Arbain dosen ULM.

“Kegiatan ini dalam rangka mengaspirasi yang harus kita kenal dan kita ketahui Gubernur kalsel juga termasuk pelaku pemain seniman bahkan budayawan di kalsel maka kegiatan kita kali ini sangat relevan di forum yang sudah kita hadirkan kurang lebih seratu orang praktisi seni budaya kalsel, dan asosiasi musik dangdut dan lain sebagainya dan juga pengrajin sasirangan serta kesatuan kesbangpol seluruh kalsel. Dan kami berupaya bagai mana kesenian yang ada di kalsel bisa dipertahankan dibawah pengaruh-pengaruh budaya barat sangat membahayakan jika tidak sesuai dengan kultur dan budaya yang ada”. Katanya.

Sementara Elly Yuniarti Kasubid Pertahanan Seni dan Budaya Direktorat dan Ketahanan Budaya Ekonomi Sosial dan Budaya Politik Pemerintahan Umum bagian dalam negeri republik Indonesia juga menyampaikan “UUD 45 pasal 32 ayat 1 sudah menyampaikan bahwa peran pemerintah daerah dapat mengembangkan dan melestarikan budaya daerah dan kearifan lokal dan bukan cuma mengembangkan.

Disini yang kita takutkan bahkan anak-anak generasi sekarang lebih senang dengan ala-ala luar dari pada seni dan budaya yang ada disini, dan untuk seniman yang terkendala dana kalau dia memulai pendekatan dan lembaga-lembaga yang strategis jadi lembaga itu nanti yang akan mendapatkan bantuan dana kerna nanti akan ada dana-dana hibah dan untuk seniman-senimannya itu jangan sungkan untuk menyampaikannya harapan kedepan saya berharap bangsa ini bangsa yang cerdas dan mempunyai budi luhur yang baik” pungkasnya.

febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here