Kiat Nicko Farizki CEO Amang Ojek Bertahan Hadapi Persaingan Usaha Bisnis Ojek Online

0
193 views

Banjarmasin, INFO BANUA.- Muhammad Nicko Farizki — mahasiswa jurusan ekonomi Universitas Lambung Mangkurat meruapakan salah satu pengusaha muda banua yang sukses lewat usaha yang dirintisnya sejak tahun 2016. Yakni, bisnis usaha jasa ojek online Amang Ojek.

Berkat layanan dan fokus keberadaan Amang Ojek mampu bertahan meski berhadapan dengan usaha sejenis seperti Go Jek dan Grab. Lantas apa kiat dan upaya yang dilakukan oleh pengusaha muda yang masih berusia 24 tahun ini eksis?

“Kuncinya, fokus dan memberikan layanan profesional, memberlakukan pelanggan adalah raja. Memberikan servis numner one,” ungkap pria murah senyum yang juga jago bidang IT ini, usai ditemui seminar di ULM Banjarmasin, Senin (29/4).

Kata Nicko yang piawai main piano ini, Amang Ojek yang menggunakan aplikasi ini dibuat anak muda banua sendiri sudah berhasil meraup untung besar setiap bulannya yang bernilai jutaan rupiah perbulan dari keuntungan usaha Amang Ojek online yang sudah hadir di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Bumbu, Kotabaru, Sampit, Palangka Raya, serta Pangkalan BUn.
Amang ojek sendiri terdiri di Banjarmasin pada tanggal bulan oktober di Banjarmasin jadi 2015-2016 silam jauh sebelum adanya gojek dan grab di Banjarmasin itu sudah ada ojol-ojol lokal lainnya yaitu Amang ojek, kulir, Bang jek, dan semua itu brand lokal dan dari 2016 hingga sekarang cuma Amang ojek yang masih bertahan dari brand-brand lokal lainnya kerna amang ojek sendiri buakan cuma bukan di Banjarmasin Bahkan di kabupaten hingga luar daerah Banjarmasin pun sudah ada. Tuturnya

Bedanya amang ojek dengan ojek online lainnya terutama itu ada di fiturnya setiap aplikasi ojol yang ada di kalsel itu tergabung langsung dengan travel jadi kalau misalnya mau mesan travel nih dari Banjarmasin ke Batu Licin itu bisa saja dengan memakai aplikasi amang ojek dan amang ojek sendiri itu sudah bekerja sama dengan trevel-trevel lokal lainnya. Ucapnya

Sedangkan jumlah driver untuk amang ojek sendiri itu sudah mencapai angka seribu di daerah kalsel-teng dan ini asli karya lokal Banjarmasin katanya.

Dari semua ojek online yang ada itu pasti memiliki nilai kelebihan dan kekurangan untuk amang ojek sendiri kerna terbuhung dengan trevel maka itu sudah kami kaitkan dengan pangkalan-pangkalan yang ada di seluruh kalsel dan pangakalan itu mengangap amang ojek sendiri sebagai sebagai patner bukan lawan walau pun untuk tarif kita tidak bisa mengasih bonus seperti ojek online lainnya dan sekarang itu minesnya di amang ojek untuk saat ini ucapnya.

Dan banyaknya saingan ojek online yang ada amang ojek sendiri pun tidak merasa tersaingi kerena untuk bersaing masalah hancur-hancuran harga itu amang ojek sendiri belum bisa dan belum siap maka dari itu amang ojek sendiri mencari daerah lain yang tidak ada ojek onlinenya dan disana lah nantinya amang ojek akan memasuki dan memperbanyak populasinya contoh di puruk cahu disana tidak ada gojek atau pun grab nah dari situ lah amang ojek memamfaatkan kesempatan emas ini katanya.

Nico membenarkan lewat aplikasi Amang Ojek online yang dia sudah memberikan banyak keuntungan dalam menjaankan bisnisnya hampir 5 tahun ini. “Amang Ojek terus berbenah dan melakukan layanan yang baik, meski mendapat persaingan ojol sekelas Grab dan GoJek, Amang Ojek bersaing secara sehat. Karena pada akhrnya pilihan pasar juga yang menentukan, kami memberikan layanan yang baik dan profesional. Hal ini menjadikan Amang Ojek tetap eksis dan berkembang di lima kota di Kalimantan,” katanya.

febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here