Permintaan Daun Gelinggang ke Luar Negeri Meningkat

0
2

Banjarbaru- Potensi dan khasiat daung gelinggang (casia alata)—yang banyak tumbuh di Kalsel mulai banyak permintaan ekspor ke luar negeri yakni Jepang. Tanaman untuk bahan baku obat herbal yang bisa menyembuhkan penyakit panu, malaria, sariawan, dan obat pencahar. Melakukan upacara seremoni pelepasan ekspor daun gelinggang ke negara Jepang.

Acara pelepasan ini dihadiri Kadis TPH mewakili gubernur Kalsel dan sejumlah pejabat Pemprov serta Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan Ketua DPRD AR Iwansyah, Sabtu (30/3).

“Kalsel menjadi pelopor atau satu-satunya wilayah di Indonesia yang mengekspor daun gelinggang tujuan Jepang dengan nilai ekspor secara keseluruhan mencapai puluhan miliar,” kata Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Sujarwanto di Banjarbaru.

Kata Wanto, ekspor daung gelinggang selain menjadi penyumbang devisa juga kabar menggairahkan bagi masyarakat karena tanaman ini memiliki nilai yang tinggi kualitas ekspor.

“Baru Kalsel yang mengekspor daun Gelinggang ke Jepang dan menjadi salah satu penyumbang devisa bagi negara,” ujarnya disela pelepasan ekspor daun gelinggang PT Sarikaya Sega Utama Banjarbaru.

Disebutkan, data Balai Karantina Pertanian, Kalsel sejak 2007 sudah mengekspor daun dengan nama latin Cassia Alata ke negeri Sakura dan triwulan pertama tahun 2019, sudah 16 kali permohonan ekspor masuk karantina Banjarmasin.

Ia mengatakan, frekuensi ekspor itu lebih banyak dibandingkan dengan permohonan triwulan pertama tiga tahun terakhir, masing-masing 14 kali di tahun 2018, 8 kali pada tahun 2017 tahun 2016 sebanyak 4 kali.

“Meningkatnya jumlah frekuensi permohonan ekspor karena prosedur tidak lagi lama dan rumit. Semuanya dipermudah sesuai aturan maupun ketentuan disamping persyaratan yang dilengkapi,” ungkapnya

Menurut dia, melalui layanan online seperti Indonesian Quarantine Full Automation System (IQFAST) maka prosedur permohonan ekspor jadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien bagi pengguna jasa.

“Kami memberikan kemudahan pelayanan bagi pihak yang ingin melakukan ekspor dengan durasi waktu penyelesaian tiga jam untuk proses sertifikasi dan kelengkapan lainnya,” ujar dia.

Dikatakan, ekspor daun gelinggang ke Jepang mengalami peningkatan yakni sebanyak 19 kali dengan berat 174 ton pada 2016, 123 ton pada 2017 dengan 34 kali ekspor dan 167 ton pada 2018 dengan 43 kali ekspor.

“Ekspor daun gelinggang tiga bulan pertama tahun 2019, sebanyak 16 kali dengan berat mencapai 40 ton dan nilai ekspor sebesar Rp3 miliar. Harapan kami, jumlah ekspor makin meningkat,” kata dia.

Ditambahkan, saat ini baru satu perusahaan yang mengekspor daun gelinggang yakni PT Sarikaya Sega Utama Banjarbaru dengan tujuan Jepang dan daunnya dijadikan bahan baku obat herbal.

“Daun gelinggang memiliki banyak manfaat seperti menyembuhkan penyakit panu, malaria, sariawan, dan obat pencahar. Kami siap untuk mempromosikannya melalui atase pertanian di luar negeri,” katanya.

rel/ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here