TPID Diingatkan Berperan Mengendalikan Harga Sembako

0
10 views

BANJARMASIN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), salah satu cara menekan Inflasi di 13 kabupaten kota di Kalsel. Melalui sejumlah program dan kegiatan yang dilakukan TPID, harga komoditi pasar diharap dapat terjaga apalagi menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalsel, Herawanto, Kamis (25/4/2019) rapat koordinasi di Aula Aberani Sulaiman, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel. Upaya menekan inflasi dan kenaikan harga komoditas pangan masyarakat dapat berperan belanja secara bijak, berbelanja sesuai keperluan, tidak berlebihan.

“Bulan April 2019 laju inflasi untuk Kalsel relatif terkendali tercatat hanya mengalami inflasi 0,13 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya 0,14 persen,” ungkap Herawanto.

Herawanto menjelaskan, laju inflasi di Kalsel lebih didorong oleh peningkatan harga kelompok komoditas terutama bawang merah dan bawang putih, telur ayam ras, daging, harga tiket angkutan udara dan BBM,” jelasnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor membuka secara resmi Rapat Koordinasi Daerah Tim Pengendali Inflasi Daerah (Rakorda TPID) se Kalsel Semester 1 mengatakan, rakor TPID Kalsel dapat menekan inflasi di Kalsel dan berupaya pasokan komoditi pangan dapat terpenuhi saat Ramadhan.

“Inflasi seringkali identik dengan kenaikan tingkat harga komoditas tertentu. Sebab itu tingginya inflasi tentu dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menciptakan ketidakpastian dalam perekonomian,” ujar Paman Birin panggilan akrabnya.

Ida/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here