Produk Lokal Wajib Cantumkan Kode Keterangan dan Tanggal Kadaluarsa

0
33 views

Tim Balai Besar POM Provinsi Palangka Raya melihat satu persatu barang yang dijual disalah satu pusat perbelanjaan di Sampit. (Nal/brt).

Sampit – Tim dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalteng dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng didampingi Dinas Perdagin Kotim, Polres Kotim, Dinas Kesehatan Kotim, Dinas Ketahanan Pangan Kotim, Sat Pol PP dan Kabag Ekonomi SDA Setda Kotim turun kelapangan untuk mengecek peredaran barang makanan dan minuman dipusat perbelanjaan menghadapi lebaran Idhul Fitri 1440 H Kamis (16/5).

Tim yang dibagi menjadi dua tersebut dan mulai bergerak menunju pusat perbelanjaan, kali pertama dikunjungi di Pusat Perbelanjaan PPM Sampit. Satu persatu toko atau warung dilihat barang yang dijual dan disini tim banyak menemukan barang yang dijual kadaluarsa seperti bumbu keperluan masak, mentega dan minuman kemasan.

Barang yang ditemukan yang sudah kadaluarsa oleh tim langsung diambil sebagai simple dan sebagian lagi dimusnahkan. Selain itu juga tim temukan barang produksi lokal seperti kerupuk,kue yang dipasarkan tersebut tidak mencantumkan label kadaluarsa.

Balai Besar POM di Palangka Raya, Wiwik Wiranti,S.Si., Apt. ketika mengunjungi PPM Sampit, mengingatkan kepada salah satu pemilik warung atau toko untuk disampaikan kepada yang memproduksi makanan dan minuman lokal agar memperhatikan kemasan yang dibuatnya sesuai produksi awal hingga akhir kadaluarsa.

“Tolong sampaikan kepada yang membuat kerumpuk dan kue ini, agar bisa mencantumkan label kadaluarsa barang yang dibuatnya.”Pintanya.

Masih berkisar kegiatan tim ternyata juga ditemukan barang makanan dan minuman yang tersimpang disalah satu gudang dipusat perbelanjaan dibilangan Jalan Sutoyo S Sampit. Barang yang ditemukan tersebut oleh tim langsung dimusnahkan dengan cara dihancurkan, dan pemilik berjanji tidak mengedarkan makanan dan minuman kemasyarakat (dijual).

Kepala Dinas Perdagin Sampit, Redy Setiawan ditemui disela kegiatan kepada media ini mengatakan mereka disini hanya sebatas memback up tim dari provinsi. Kegiatan ini merupakan agenda setiap tahun pada hari lebaran (hari besar), agar konsumen tidak dirugikan oleh produsen dari makanan dan minuman yang mereka beli.

“Sebaiknya konsumen berhati hati dalam menentukan pilihan makanan dan minuman, lihat dulu kadalaursanya dan produsenpun harus bijak jangan mengedarkan makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa.”Harap Redy.
Nal/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here