Tokoh Agama Dan Mahasiswa Tolak Pople Power

0
16 views

BANJARMASIN – Sejumlah elemen masyarakat di Kalimantan Selatan ramai-ramai menolak ajakan aksi people power yang digagas oleh tokoh dari pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Selain dinilai akan memecah belah persatuan umat, gerakan people power dianggap meresahkan umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

“Atas nama Ulama, Tokoh Agama, dan Pimpinan Pondok Pesantren, kami menghimbau masyarakat Banua agar tidak perlu menimbulkan gejolak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” seru Ketua PW Muhammadiyah Kalsel KH Tajuddin Noor saat acara Multaqo Ulama di Ballroom Calamus Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (15/5/2019) pukul 16.00 wita.

Pendapat senada disampaikan para Pimpinan Pondok Pesantren di Kalsel yang secara tegas menolak gerakan People Power. Menurutnya, People Power adalah gerakan untuk kepentingan sesaat dan kepentingan kelompok atau perorangan yang tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat dan umatnya.

“Atas nama Pimpinan Pondok Pesantren menolak segala gerakan-gerakan yang inkonstitusional, yang berkenaan dengan melawan hukum, yang berkenaan dengan menggerakkan massa atau People Power,” tegas pengasuh Ponpes Rakha Amuntai, KH Abdul Hasib Salim MAP.

Untuk diketahui, Para kiai, ulama, tokoh masyarakat hingga mahasiswa berkumpul di Ballroom Calamus Hotel Rattan Inn Banjarmasin, guna menggelar Multaqo Ulama. Selain menggelar doa bersama, para ulama dan Warga Banua menolak gerakan people power yang rencananya akan turun ke jalan pada 22 Mei 2019 mendatang.

Maklumat Multaqo Ulama yang dibacakan oleh Al Mukarrom Prof Dr KH Hafiz Ansyari MA juga mengimbau umat islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan dan situasi kondusif.

Selain itu, pihaknya juga menyerukan upaya rekonsiliasi antar anak bangsa, menghindari perpecahan dan agar tetap taat pada koridor hukum serta menjaga keutuhan bangsa. Kesetiaan pada NKRI dan Pancasila digaungkan.

“Kami menghimbau dan menyerukan kepada seluruh masyarakat Negara Indonesia, Kalimantan Selatan secara umum, khususnya kaum muslim dan para santri untuk tidak terpancing dan tidak ikut-ikutan dengan kelompok-kelompok yang tadi kami sampaikan atau kelompok yang mengajak untuk melawan hukum,” tandas Prof Dr KH.Hafiz Ansyari MA yang langsung disambut pekikan takbir.

Febri/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.