15 Juni, Pengajian Abah Guru Zuhdi di Mesjid Jami Bisa Foto Tasmiyah Gratis

1
276 views

Banjarmasin, INFO BANUA.- Setelah lama berhenti, pengajian Abah Guru Zuhdi mulai diaktifkan kembali. Sontak kabar baik ini disambut antusias masyarakat–yang mengatakan siap mengikuti kegiatan pengajian. Hal ini dibenarkan Haji Radiansyah Pengurus Mesjid Jami — mesjid tertua di Kalimantan Selatan, Selasa (11/06).

“Pengajian Abah Guru Zuhdi akan dimulai Sabtu (15/6) setelah sholat Isya dengan membawakan kitab yang sama yaitu kitab Abdul Somad Al Faridani,” ucapnya kepada infobanua.co.id.

Kata Radiansyah, pihaknya sebelumnya juga sudah merapatkan akan ada jadwal pengajian Abah Guru Zuhdi maka dari itu semua persiapan sudah disiapkan secara matang, baik sarana, konsumsi, lahan parkir, tempat peristirahatan untuk para majelis yang datang dari perjalanan jauh (luar daerah).

“Khusus untuk parkir juga siap, tidak ada lagi istilah berdesak-desakkan. Karena lahan parkir diperluas hingga ke Jalan Malkon Temon. Kami antisipasi kemacetan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk tempat peristirahatan bagi para majelis, kata dia, juga sudah disediakan kasibo dan di kanopi. Dibelakang mesjid panitia menyiapkan konsumsi dan semuanya tidak di pungut biaya. Karena sudah ditampung semua secara gratis. Bahkan untuk pengajian dikediaman abah guru itu sudah rutin di jalankan setiap selasa malam.

“Karena dibandingkan dengan pengajian yang biasanya rutin digelar, sekarang malah lebih banyak ke acara tasmiyahnya, dan biasanya warga atau jemaah yang mengikuti tasmiyah itu mencapai 200 orang lebih. Untuk menghindari kemacetan biasanya pintu masuk kami arahkan kebagian sebelah kanan dan untuk para peserta tasmiyah itu kami arahkan ke pintu sebelah kiri. Jadi kalau sudah selesai dengan tasmiyahnya bisa saja langsung keluar dan pulang untuk menghindari terjadinya kemacetan,” katanya.

Panitia juga menyiapkan foto gratis untuk kegiatan tasmiah dimana foto bisa diambil dihari berikutnya usai acara tasmiyah di Posko Mejid Jami. “Kami tegaskan, kegiatan abah guru semuanya gratis. Dan untuk kasus isu-isu yang pernah mencemarkan nama baik abah guru dengan meminta sumbangan melalui media sosial mengatas namakan abah guru itu sebenarnya bukan abah guru tapi seseorang yang ingin memamfaatkan kharismatik abah guru.

“Karena abah guru yang mengelola sumbangannya itu sudah terjamin sudah pasti ada yang mengelola siapa orang apa rekeningnya dan itu semua sudah terjamin oleh abah guru. “Abah Guru tak pernah meminta sumbangan secara pribadi,” pungkasnya.

Febri/IB

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here