Kades dan BPD Diharapkan Sinergi Bangun Desa

0
46 views

Rapat Sosialisasi seluruh kades se Kotim, digedung serba guna Sampit (nal/brt).

Sampit – Kegiatan Sosialisasi seluruh kades di Kabupaten, Kotawaringin Timur, Sampit. Dengan memberikan informasi Tahapan penyusunan APB Desa Tahun 2020 dan Tim Klinik Bumdes yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sampit.

Hadir dalam acara tersebut, Senin (17/6) Kadis PMD, Sekda Kotim, Kejari Kotim dan Inspektorat acara berlangsung digedung serba guna Sampit. Sekda Kotim, Halikinnor memperingatkan kepada seluruh kades di Kotim, agar dalam melaksanakan pembangunan di desanya jangan sampai antara kades dan BPD nya saling bertolak belakang dalam arti tidak ada kecocokan selisih paham.

Hal ini menurutnya apabila terjadi demikian sudah dapat dipastikan pembangunan desa yang telah direncana akan bakal menjadi masalah kedepannya. Ini sudah banyak terjadi saling melapor dan mengkleim bahwa pelaksanaan pekerjaan dilapangan saling menyalahkan, kalau sudah demikian akhirnya menurut Halikinnor akan ada pemeriksaan oleh penegak hukum seperti dari Kejaksaan, Kepolisian dan pihak Inspektorat.

“Tadi saya sudah ada ngobrol dengan Kasi Inteljen Kejaksaan, kalau kades maupun BPD kurang mengerti dalam pekerjaan dilapangan agar meminta petunjuk kepada mereka.” Jelas Halikinnor.

Ucapan yang keras juga disampaikan oleh pihak Inspektorat, Otter. Dia mewanti wanti kepada kades dalam membuat laporan harus sesuai dengan bukti, menurutnya masih banyak kades yang mereka dengar setelah mendapatkan dana desa (pencairan) uang tersebut dipegang oleh kadesnya.

Sementara bendaharanya bingung apa yang dikerjakannya sebagai perangkat desa, semua belanja keperluan desa semua dilakukan oleh kadesnya. Padahal pertanggungjawaban belanja itu harus dibuatkan laporannya, bendahara tidak bisa berbuat banyak dalam hal ini.

“Bisa saja laporannya belanja itu dibuatkani nota, akan tetapi nota tersebut belum tentu benar. Pihak Inspektorat tidak bodoh akan mengecek kebenaran nota itu ditoko belanjanya mana, tegas Otter.

Kalau itu ditemukan dilapangan, sudah dipastikan akan diproses secara hukum bahkan tambah Otter desa tersebut akan diperiksa seluruh perangkatnya yang memegang wewenang. Untuk itu Otter berharap kepada seluruh kades laksanakan sesuai petunjuk dan aturan untuk menghindari keterlibatan korupsi dana desa.

“Jangan sampai kalau sudah pencairan, duit dana desa semaunya digunakan yang tidak perlu,” ujar Otter kembali mengingatkan.

Nal/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here