Kurang Nya Pemakaian Bahasa di Media Massa

0
97 views

BANJARMASIN, INFO BANUA.- Dinas kepemerintahan Balai Bahasa KALIMANTAN SELATAN, mengadakan acara seminar Diskusi kelompok terpumpun, pemakaian Bahasa di media Massa di hotel Banjarmasin Internasional di Jalan A. Yani Km 4.5 pada hari Senin (24/06).

Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan bahwa sekarang Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Kalimantan Selatan Sangat Krisis di media Massa mau itu online, surat kabar, atau pun media Tv.

Identitas bahasa kalau di Kalimantan Selatan atau di Indonesia pada umumnya kayak gitu katanya kalau kita katakan bahwa kita Sedang melakukan kaidah pembedahan keterampilan Berbahasa yang pertama itu berkaitan dengan kebahagiaan kita sebagai bangsa Indonesia itu menggunakan bahasa Indonesia.

Drs Imam Budi Utomo sebagai ketua Balai Bahasa sekaligus pemapapar seminar menyampaikan “Jika kita sudah tidak lagi bangga menggunakan bahasa Indonesia justru kita menggunakan bahasa asing berarti ini dapat dikatakan kita sudah mulai krisis identitas karena kebanggaan itu merupakan bagian yang utama terhadap sesuatu hal Kemudian yang kedua ini berkaitan dengan sikap kesetiaan kita menggunakan bahasa Indonesia”.

Meskipun kita bangga terhadap bangsa Indonesia ini biasanya kalau ada orang asing Gunakan Bahasa Indonesia kita bangga ini sudah menjadi hal yang bagus hal yang positif tetapi kita sendiri tidak menggunakan bahasa Indonesia kita, tidak terhadap bahasa Indonesia juga mengalami krisis terhadap identitas bahasa Indonesia ini berkaitan dengan apa yang kita pelajari apa yang kita miliki.

Jadi bukan hanya sekadar bangga bukan hanya sekadar Setia menggunakan tetapi juga kita harus paham terhadap kaidah kaidah di dalamnya kita lihat seberapa parahnya itu bisa kita lihat dari ruang publik yang kita gunakan ini belum kita lihat Penelitian terhadap orang perorangan terhadap kelompok masyarakat yang kita lihat saja di media ruang publik kalau kita lihat media ruang publik di luar negeri khususnya di Jepang di Thailand mereka itu lebih bangga menggunakan bahasa mereka sendiri mereka tidak menggunakan bahasa Inggris.

Orang Perancis orang Itali pantang Gunakan Bahasa Inggris mereka bahkan bersifat sovinistis sangat berlebih-lebihan membanggakan apa yang dimilikinya itu demikian juga dengan Jepang dengan Thailand dan seterusnya, mereka sangat bangga menggunakan bahasa mereka sendiri tidak bangga dengan menggunakan bahasa asing.

Dan Kalaupun kita menggunakan bahasa Indonesia kadang-kadang banyak kesalahan yang terjadi kaidah-kaidahnya seperti itu kalau kita ingin melihat perbandingannya dengan di luar negeri, didalam bahasa nasional yang digulirkan pada era tahun 70-an itu sebenarnya sudah diatur kedudukan dan fungsi bahasa Gunakan Bahasa a b dan c jadi ada tempat ada waktu kita menggunakan bahasa bahasa itu kita tidak anti terhadap bahasa asing, justru bahasa asing itu wajib kita kuasai Dalam rangka apa untuk kemajuan ilmu pengetahuan teknologi.

Misalnya penggunaan bahasa asing dan seterusnya termasuk juga dulu sebelum dibatalkan oleh MK, adanya RSBI misalnya Sekolah berstandar internasional itu menggunakan bahasa asing sebagai pengantar pendidikan ini sudah jauh melenceng dari apa yang diamanatkan dalam undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 termasuk juga undang-undang yang lainnya karena ini tidak sesuai sehingga dibatalkan salah satu diantaranya

Tidak semua bahasa yang kita gunakan bahasa Indonesia itu harus menggunakan ragam baku atau ragam formal atau ragam resmi sesuai dengan kedudukannya sebagai bahasa negara turun peringkatnya artinya kalau 2008 kita menduduki peringkat ketiga, 2013 di 5 tahun kemudian kita menduduki peringkat pertama untuk kategori C kemudian tahun 2018 ini kita tidak mendapatkan peringkat tidak ditunjukkan oleh badan bahasa.

berapa peringkat hanya dimunculkan peringkat satu saja jika kita tidak tahu kita berada di peringkat berapa ini tantangan kita kedepan, kami bersama dengan pemerintah daerah berupaya untuk merebut kembali penghargaan Adhi bahasa penghargaan bahasa yang baik digunakan oleh pemerintah di provinsi di Indonesia peran pemerintah.

Febri/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here