Triwulan Pertama Pertumbuhan Perekonomian Kalsel Melambat

0
10 views

Pertumbuhan perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan pertama 2019, tercatat sebesar 4,08%(yoy), melambat dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,78%(yoy).

Selain itu, beberapa komponen-komponen atau komunitas yang menjadi pemicu inflasi itu ada yang sifatnya nasional seperti tarif angkutan udara ataupun angkutan laut walau ada yang memang sifatnya mungkin terjadi di kawasan tertentu, diantaranya tadi ikan bakar dan beras.

Hal ini dikatakan Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Selatan Herawanto dalam paparan Perkembangan perekonomian Kalimantan Selatan priode Mei 2019, di lantai III BI Kalsel, selasa (18/6/2019), menyebutkan perlambatan pertumbuhan Kalsel utamanya disebabkan kinerja sektor pertambangan, khususnya batu bara, terkait perlambatan permintaan dari Tiongkok, yang salah satunya disebabkan oleh masih tingginya cadangan stok negara tersebut.

“Dari sisi permintaan, normalisasi konsumsi swasta pada awal atahun, menyebabkan kinerja konsumsi Rumah Tangga (RT) melambat,” kata Purwanto.

Sedangkan Abdul Haris, Manager Humas Bank Indonesia Kalimantan Selatan, mengatakan ada komoditas-komoditas yang sudah menjadi trend di kalimantan selatan, diantaranya bisa kita lihat ikan bakar, beras, dan tiket angkutan udara.

“Itu diantaranya komunitas-komunitas yang menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang disitu juga termasuk keanggotaannya Bank Indonesia,” Ungkap Abdul Haris.

Pihaknya menurut Abdul Haris, melihat hal tersebut, karena itu komunitas-komunitas yang kerap muncul selama bulan ramadhan, berdasarkan analisis data BI Kalsel beberapa tahun terakhir ini.

Dikatakan, dari situ, TPID akan menggali lebih lanjut apa yang menjadi permasalahan. Apakah dari sisi suplainya yang perlu ditambah, sehingga produktivitas perlu ditingkatkan untuk waktu-waktu berikutnya atau dari sisi distribusi.

 

rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here