Aksi Demo Dukung KPK Ditunda Ganti Minta Dukungan Tanda Tangan

0
51 views
Koordinator aksi demo Burhan. (ist)

SAMPIT – Aksi demo yang mendukung KPK untuk menuntaskan korupsi 5,8 T di Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit yang semula dijadawalkan pada tanggal 10 Juli, kini ditunda waktu kegiatannya.

Koordinator aksi demo Buhan mengatakan, kegiatan demo ini ditunda kegiatannya atas saran pihak Polres Kotim, terkait dalam waktu bersamaan pada tanggal 10 Juli tersebut ada kegiatan apel memperingati hari Bhayangkara ke 73 di kecamatan Parenggean.

Menurut Burhan dengan memperingati hari Bhayangkara ke 73 di kecamatan Parenggean, maka bersama teman teman yang akan ikut aksi demo nantinya, mempertimbangkan dari segi pengamanan dalam hal ini tidak bisa maksimal, disusul dengan adanya masa aksi demo tandingan dari aksi mereka.

“Aksi demo bukannya tidak jadi tapi hanya ditunda saja kegaitannya, namun sementara ini kami mengedarkan dukungan tanda tangan baik secara langsung maupun secara on line.” Jelas Buhan kepada media ini via telpon selularnya Rabu (10/7/2019).

Sebelumnya sebagaimana diketahui, aksi demo yang di kepalai oleh Burhan ini dimaksudkan, di Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit bersih dan bebas dari korupsi yang menghambat pembangunan. Setelah ditetapkannya oleh KPK menjadi tersangka korupsi (mega korupsi), menurut informasi di dapat media ini sudah ada beberapa pejabat baik yang sekarang maupun sebelumnya yang diperiksa oleh KPK berkaitan dengan perizinan tambang dan pengiriman hasil tambang.
“Yang jelas aksi demo ini tetap berlanjut, saat ini kita menyeting waktu yang tepat.”Ujar Burhan.

Sekedar hanya untuk di ingat tersangka korupsi ini berawal dengan dugaan penyalahgunaan wewenang masalah pemberian Izin Usaha Pertambangan ( IUP) kepada PT.FMA, PT. AIM dan PT.BI yang mengakibatkan kerugian Negara Rp5,8 Triliun dan 711.000 dolar Amerika Serikat. Serta diduga pula tersangka menerima gratifikasi uang Rp.500 juta dan menerima mobil mewah.

Nal/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here