Kolaborasikan Musik Tradisional dan Moderen untuk Lestarikan Budaya Lokal Tetap Eksis

0
3

BANJARMASIN – UPTD Taman Budaya Peprov Kalsel di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel aktif menggelar pesta kesenian, musik dibalut dengan nuansa kekinian. Upaya ini dilakukan agar menarik animo generasi milienai juga bagian dari upaya melestarikan nilai budaya lokal teap eksis.

Seperti yang dilakukan Sabtu (20/7), Taman Budaya menggelar  pentas Seni Musik Malam ini bertajuk “Banua meniti”—yang menampilkan irma musik moderen dipadu dan dikreasikan dengana alat musik tradisional khas banua, seperti panting, bambu, gong, alat gamelan, dll.

“Iramanya yang dimainkan dikolaborasikan dengan alat musik tradisional bahkan dengan alat musik bambu dan musik moderen. Dengan harapan muncul ragam musik yang unik dan enak didengar tanpa meninggalkan musik lokal,” kata Kepala Taman Budaya Suharyanti.

Kata Yanti, seniman musik bukan cuma tampil dengan memainkan musik tapi mereka juga melestarikan seni tradisi tetapi dalam hal ini kita juga sangat elastis kita kembali lagi tetap dengan tradisi pakemnya karena kita di zaman yang serba canggih jadi kita harus bisa berinovasi.

“Banua Meniti kolaborasi musik yang penuh inovasi antara musik diatonis dengan pentatonis dan anak-anak muda sekarang mampu lebih berinovasi setidaknya mereka nanti punya pengalaman yang pernah mereka mainkan seperti tadi kolaborasi musik moderen dengan tradisional dan mengahasilkan bunyian yang lainnya,” paparnya. .

Selain mengadakan pertunjukan seni musik, juga di umumkan pemenang logo Hari Jadi Provinsi Kalsel.  Dimana logo itu nantinya akan menjadi sebuah logo untuk hari jadi provinsi Kalsel.

“Jadi lomba desain logo yang menyeleksi selain dari Taman Budaya juga akan di pilih Gubernur Kalsel untuk satu pemenang untuk digunakan di hari jadi provinsi Kalsel ke-69 tahun,” katanya.

Febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here