Ratusan Warga Demo PT Agro Bukit dan PT Bangkit Giat Usaha Mandiri Didepan Pemda Kotim

0
222 views

Ratusan massa tergabung dalam LSM.Betang Hagatang Kalimantan Tengah dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kotim, berdemo di depan kantor Pemerintah Daerah Kotim. (nal/brt).

 

Sampit – Dibawah komando Lembaga Swadaya Masyarakat Betang Hagatang Kalimantan Tengah (LSM.BHKT) yang ditunjuk sebagai perwakilan warga dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Senin (15/7) tidak kurang dari 150 orang pendemo datangi kantor Pemerintah Daerah Kotim. Mereka ingin menyempaikan tuntutannya terhadap PT.Agro Bukit ,PT Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM) serta Kelompok Tani Hutan Jirak Sepakat Jaya.

Ketua LSM. Betang Hagatang Kalimantan Tengah, Karliansyah dalam orasinya di depan kantor pemerintah daerah Kotim. Mereka ingin pemerintah dan aparat yang terkait untuk bisa menindaklanjuti tuntutan mereka tersebut.

Tuntutan diantaranya, PT.Agro Bukit selama ini telah melakukan sistem pengupahan dari sistem basis dirubah menjadi sistem tonase, dan sistem ini menurut mereka para karyawan tidak melalui perundingan atau kesepakatan kedua belah pihak. Dan ini adalah atas kemauan pihak managemen, sedangkan untuk pengupahan (gaji) dibawah UMK yang berlaku.

“Permasalahan ini sudah kami sampaikan kepada Disnakertrans Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit dan Disnakertrans Provinsi di Palangka Raya.” Ujar Karliansyah disela diterimanya para perwakilan pendemo dikantor pemerintah daerah Kotim, Senin (15/7).

Perwakilan pendemo yang diterima 8 orang oleh pemerintah daerah Kotim,staf ahli Suparman,Kabag Hukum beserta staf dan Polres Kotim (Polsek Ketapang). Dalam pertemuan tersebut, Kaliansyah memaparkan tentang kegaiatan perusahaan yang diduga telah melanggar peraturan.

PT. Agro Bukit seperti yang telah disampaikan tadi, pihak perusahaan juga tidak ada namannya cuti haid, tidak ada perlindungan keselamatan kerja seperti K3, buruh diangkut ketempat kerja dengan menggunakan dum truk terbuka, alat kerja dibeli oleh pekerjanya sendiri,fasilitas rumah listrik air mandi berwarga kuning berminyak tidak layak untuk digunakan buruh hayar bayar.

“Jangankan untuk membantu para karyawannya, perusahaan malah sebaliknya buruh dijadikan seperti tidak manusiawi.” Tegas Karliansyah kembali dan sambil menyerahkan dokumen tuntutan mereka.

Lain lagi halnya dengan PT.Bangkitgiat Usaha Mandiri (BUM), perusahaan ini juga diduga telah mengarap lahan masyarakat Eks Transmigrasi dan warga meminta kepada pihak perusahaan untuk segera mengembalikannya. Selain itu pula pabrik perusahaan PT.BUM limbahnya telah mencemari sungai Mentaya (pengelolaannya) tidak standar seperti yang dianjurkan oleh dinas lingkungan hidup.

“Warga hanya ingin perusahaan mengembalikan lahan kami yang telah dirampas, agar kami bisa berusaha seperti yang dulu lagi.”Ucap ketua LSM Betang Hagatang Kalimantan Tengah.

Rombongan perwakilan pendemo kembali mendatangi kantor DPRD Kotim, untuk menyampaikan kembali tuntutan mereka dan diterima langsung oleh ketua DPRD Kotim, Jhon Krisli diruang kerjanya. Ketua LSM Betang Hagatang Kalimantan Tengah, Karliansyah juga memberikan berkas dokumen dan Jhone berjanji dalam waktu tidak begitu lama mereka akan membentuk tim untuk turun kelapangan.
Nal/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.