Sudah Menghadapi Pencemaran Limbah, Warga Tuntut Kembali PT.Mustika Sembuluh Lahan Plasma Tidak Kunjung Selesai

0
168 views

SAMPIT – Belum selesai permasalahan pencemaran limbah oleh PT.Mustika Sembuluh di sungai anak sungai Sampit, kini PT.Mustika Sembuluh berhadapan kembali dengan tuntutan warga masalah lahan plasma dan tanah kas desa yang sebelumnya telah disepakati antara warga desa Pondok Damar dan pihak perusahaan PT.Mustika Sembuluh ini juga telah diketahui oleh Gubernu, Kalimantan Tengah Sugianto Sabran pada saat itu.

Belum terelisasinya lahan plasma tersebut, membuat warga desa Pondok Damar geram kepada PT.Mustika Sembuluh. Geramnya warga ini cukup beralasan pasalnya lahan yang ditunjuk dalam kebun inti ini, sudah berjalan hampir tahunan pihak perusahaan belum memberikan lahan tersebut.

Ketua BPD Pondok Damar, Suharjo menuturkan pertemuan pihak perusahaan dengan warga di depan Gubernur bersedia menyediakan lahan yang dimaksud. Namun pihak perusahaan PT.Mustika Sembuluh ini menurut Harjo sepertinya mengabaikan apa yang sebelumnya sudah disepakati.

Harjo meminta kepada perusahaan, jangan sampai ada alasan lagi karena limbah warga ribut dan Gubernur bentuk tim. Apabila plasma ditunda tidak ada batas waktu diberikan, mereka akan bergerak mengkleim lahan yang tidak mengantongi IUP di PT.Mustika Sembuluh II seluas 5.000 Ha lebih.

“Data itu sudah kami sampaikan dengan Gubernur dua pekan yang lalu.”Terang Harjo kepada media ini Rabu(10/7).
Sementara ditempat terpisah ketua DAD desa Pondok Damar Yarrdi Berti bersama kades Natai Baru, meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa memasang garis line di Mill PT. Mustika Sembulu satu Pom kalau tidak warga mengancam akan menggembok pabrik tersebut.

“Kami tidak mau terulang seperti tahun 2008 dan 2012 kasus limbahnya, tidak jelas dan tidak ada tanggapan terutama dari Kotim.”Tegasnya.

Nal/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here