Ada Apa Tanggal 10 Juli Sejumlah Massa Akan Demo ke Kantor Bupati Kotim

0
546 views

Burhan Koordinator aksi demo mahasiswa, pemuda dan masyarakat Kotim. (ist).

Sampit – Rencana demo damai yang dilakukan sekelompok mahasiswa, pemuda dan masyarakat Kotim, tanggal 10 Juli 2019 mendapat tanggapan dan reaksi berbagai kalangan. Rencana aksi akan dilakukan di depan Kantor Pemerintah Daerah Kotim (Kantor Bupati).

“Ya benar, kami tanggal 10 Juli berencana melakukan aksi demo damai. Yang berisi tuntutan agar Bupati Kotim segera ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Karena diduga melakukan tindakan korupsi dan berharap kasus dugaan korupsi ini  diusut tuntas,” kata Burhan Koordinator Aksi Demo, ketika dihubungi melalui telpon selularnya, Rabu (3/7).

Kata Butrhan, pergerakan masa dalam rencana aksi nantinya terdiri mahasiswa, pemuda dan masyarakat Sampit. “Saya sendiri yang akan mengkoordinir masa tersebut, tentang jumlah harapan saya sebanyak banyaknya.” jelas Burhan yang diketahui salah seorang mahasiswa dan mantan koresponden di kota Sampit.

Menurut Burhan, adanya seruan aksi demo ini karena masih adanya dugaan pelaku korupsi Rp5,8 triliun di Kabupaten Kotawaringin Timur yang diduga melibatkan Bupati Kotim oleh KPK belum membuahkan hasil.

“Kami menduga dan mungkin masih ada aktor besar lainnya yang masih bermain dan belum tersentuh oleh hukum. Untuk itu aksi tersebut ingin mengajak semua elemen bersama sama mendukung pembersihan Kabupaten Kotim dari korupsi sampai ke akar akarnya,” katanya.

Kata Burhan, pihaknya sementara ini saya belum bisa memberikan komentar tentang aksi demo yang akan datang, karena belum ada rapat dan masih menunggu hari “H”.

Terkait rencana demo, Kapolres Kotim AKBP M. Rommel melalui telpon selularnya menjelaskan, bahwa adanya kegiatan aksi demo 10 Juli 2019, pihaknya belum menerima surat pengajuan izin demo. “ Iya saya juga monitor berita tersebut, mengenai adanya aksi demo tersebut. Tapi surat minta izin belum saya terima,” katanya.

Sementara menanggapi rencana aksi demo, Muhamad Syaifullah salah seorang warga kota Sampit berharap, gerakan anti korupsi jangan sampai terhenti pada hari “H”nya.  Seperti pada rencana demo terdahulu mengenai tertangkapnya 2 buah truk yang berisi obat Zineth dulu.

“Kalau memang ada aksi demo, saya akan ikut turun kelapangan bergabung dengan mereka nantinya.” tegasnya.
Nal/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here