Bank Indonesia Luncurkan Quick Response Indonesian Standard

0
29 views

BANJARMASIN – Bank Indonesia mengimplementasikan Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 yang sudah dicanangkan Mei 2019 yakni, standar Quick Response (QR) Code– pembayaran lewat aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

“Selama ini OVO dengan OVO, Go-Pay dengan Go-Pay, pembayaran elektronik lain dengan elektronik lain. Dengan kehadiran QRIS ini akan menjembatani transaksi antar uang elektronik tersebut. Sehingga akan lebih efisien,” kata Pj Kepala Divisi SP PUR & LA R Bambang Setyo Pambudi, di Kantor Perwakilan BI Kalsel, Senin (19/8).

Kata Bambang, QRIS untuk mengantisipasi berkembangnya inovasi sistem pembayaran yang nantinya ditakutkan jika sistem tersebut akan semakin memonopoli. Selain itu pihaknya juga bertujuan memperluas akseptasi dari uang elektronik.

Sistem QRIS nantinya bisa dilakukan tidak hanya antar satu sistem atau aplikasi yang sama saja. Saat ini masih banyak bertransaksi menggunakan uang tunai. “Kehadiran QRIS kelak diharap dapat membantu masyarakat, terutama di Kalsel, agar lebih efisien dalam melakukan proses pembayaran. Tentu selain lebih efisien hal ini juga guna menuju masyarakat nirtunai,” ujarnya.

Menurut Bambang, saat ini sistem pembayaran dan aplikasi perbankan yang telah bisa menggunakan QRIS yaitu OVO, Go-Pay, DANA, LinkAja, Sakuku, Go Mobile, ShoppePay, Bank Mega, Paytren, BNI, Danamon, BRI, Sinarmas, Telkom, Maybank, Mandiri, Bank DKI, Nobu, dan Permata Bank.

“QRIS tidak hanya dikembangkan dengan pihak BI saja, tapi juga telah berasosiasi dengan sistem pembayaran Indonesia lain, yang berarti sudah diapdorsi seluruh penyelenggara jasa pembayaran di Indonesia,” ujarnya.

Bambang mengatakan, sistem pembayaran lainnya saat ini masih dalam proses proses perizinan yang terus berjalan. Termasuk juga platform pembayaran luar negeri yang berasal dari negeri tirai bambu Cina seperti WeChat Pay dan  Alipay milik Alibaba Group.

Per 1 Januari 2020 mendatang semua sistem pembayaran diharapkan sudah harus bergandengan bersama QRIS dan pihak BI akan bergerak serta turun tangan, guna menertibkan sistem pembayaran yang masih belum berasosiasi dengan QRIS.

“Tentu BI bisa bergerak untuk menertibkan yang tidak menggunakan QRIS,” pungkas Bambang.

QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran. Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019.

QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dengan menggunakan standar internasional EMV Co.1 untuk mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

rel/ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here