Gelar Evaluasi KBKP FKTP se Kalsel Pastikan Mutu Layanan Optimal

0
10 views

Banjarmasin – BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik yang bergerak di bidang jaminan sosial selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Oleh karenanya BPJS Kesehatan mengadakan pertemuan dalam rangka evaluasi untuk pelaksanaan Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP) di Banjarmasinguna memastikan sistem KBKP telah berjalan dengan optimal.

Pertemuan tersebut dilaksanakan dengan mengundang pihak-pihak terkait seperti Perwakilan Kepada Dinas se-Provinsi Kalimantan Selatan, Tim kendali Mutu Kendali Biaya, dan beberapa organisasi profesi IDI, PKFI, PERSI dan ARSADA, dan dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Tutus Novita Dewi.

KBKP merupakan penyesuaian besaran tarif kapitasi berdasarkan hasil penilaian pencapaian indikator pelayanan kesehatan perseorangan yang disepakati berupa komitmen pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk meningkatkan mutu pelayanan. Adapun indikator yang dimaksud adalah angka kontak, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik, dan rasio peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP.

“KBKP sebenarnya didasari karena tidak efektifnya pembayaran Kapitasi di FKTP sehingga dibuat sistem ini untuk mengurangi peserta yang sakit namun tidak mau berobat ke FKTP. Oleh karenanya FKTP akan memiliki tangung jawab untuk meningkatkan pelayanan di faskesnya, mengajak peserta yang terdaftar di faskesnya maupun warga sekitar untuk menjalani pola hidup sehat sehingga mengurangi angka sakit di daerah tersbut. Karena FKTP merupakan gatekeeper pelayanan kesehatan.” Jelas Tutus.

 

Pada era JKN-KIS ini kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh FKTP adalah sangat penting karena FKTP merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan. oleh karenanya Tutus juga menyampaikan bahwa pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di FKTP untuk menekan angka rujukan yang menyebabkan penumpukan pasien di rumah sakit.

 

“Monitoring dan evaluasi terhadap kualitas layanan FKTP sangatlah penting untuk memastikan mutu pelayanan kesehatan dan sistem KBKP telah berjalan optimal. Adapun beberapa upaya untuk memperbaiki capaian KBK yakni dengan melibatkan langsung FKTP seperti melaksanakan Best Practice Sharing oleh FKTP yang mendapat capaian KBK terbaik, supervisi langsung ke FKTP yang telah ditunjuk, peningkatan jumlah diagnosa tuntas di FKTP dimana ada 114 diagnosa yang harus bisa diselesaikan di FKTP dan mengoptimalkan kegiatan Prolanis dan PRB”. Tambah Tutus.

 

Selain membahas capaian KBKP, pada pertemuan tersebut juga membahas mengenai sistem rujukan berjenjang secara online yang sudah mulai dilakukan di tahun 2019 ini. Ketua TKMKB Rudiansyah yang turut hadir pada pertemuan tersebut menjelaskan bahwa sistem rujukan ini sebenarnya sudah lama diatur di Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 Tahun 2012.

 

“Sistem rujukan ini sudah lama ada regulasinya, kita sebagai petugas medis tentunya harus mematuhinya. Dan sistem rujukan online ini hanya caranya saja yang dipermudah, intinya tetap dalam pelayanan kesehatan ada sistem rujukan berjenjang. Karena kemajuan teknlogi yang serba dipermudah, untuk mengimbanginya munculah sistem rujukan online ini, hal ini juga tentunya untuk mempermudah teman-teman di lapangan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.”kata Rudiansyah.

Sistem rujukan online merupakan digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi, jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan medis pasien. Tutus juga menjelaskan dengan sistem Rujukan Online, FKTP dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi saat memilih tujuan rujukan karena ketersediaan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut yang sesuai dengan kebutuhan medis peserta telah terakomodir pada sistem tersebut. (KA/gn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here