Jumlah Stunting di Sampit Masih Tinggi

0
2

Acara forum dialog bantua sosial dihadiri para ibu KPM dari tiga kecamatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit. (nal/brt).

Sampit – Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, pada saat ini, dinyatakan bahwa 30,8 persen atau sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia mengalami stunting. Angka tersebut masih dianggap batas toleransi stunting, yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada angka maksimal 20%.

Dari dialog Rabu (21/8) yang disampaikan oleh Bupati Kotim, yang diwakilkan Assisten Administrasi Umum,Imam Subekti menyebutkan bahwa kalau melihat dari standar WHO angka maksimal 20 persen. Sedangkan untuk Kotim sendiri ada sekitar 35% sampai 36%, artinya kalau dari 10 anak ada sekitar 4 stunting.

“Makanya saya berharap dalam gelar forum dialog melalui Diskominfo ini, masyarakat bisa memahami dan mengerti hingga diharapkan angka stunting bisa turun.” Ujar Imam dalam forum dialog tersebut.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wiryanta menjelaskan bahwa kalau mengacu pada intruksi Presiden No.9 tahun 2015 tentang pengelolaan komunikasi publik memiliki peran penting sebagai Government public relation (GPR).

Maka dalam hal tersebut tanggungjawab Ditjen Informasi dan komunikasi publik sebagai GPR, untuk mendiseminasikan tentang program dan kebijakan pemerintah termasuk program program pengetasan memiskinan kepada masyarakat sasarannya.

Menurut Kasubit Informasi dan Komunikasi Sosial,Kementerian Koimfo, Sarjono kepada awak media bahwa mereka ini ditugaskan dipilar kempanye masyarakat sadar gizi, maka dari itu berupaya melakukan sosialisai kepada masyarakat bahwa stunting itu perlu dicegah sedini mungkin.

“ Untuk pencegahan stunting makanya para ibu diharapkan memperhatikan masukan gizi memadai dari 1.000 hari kehidupan.” Jelasnya

Sementara yang hadir dalam forum dialog perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) didampingi dari kecamatan menyambut antusias acara tersebut, sebab mereka menyadari kalau kegiatan dialog bertujuan untuk memberikan awarennese (kesadaran) dan pengetahuan bagi KPM bantuan sosial.
Nal/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here