Pemkab Kotabaru Tuntaskan Persoalan Air Bersih dan Sanitasi Menuju Akses Universal

0
71 views

KOTABARU– Pelatihan Integrasi Dokumen Perencanaan Jangka Panjang (PJM) Proaksi dan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) Penyedian Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat (Pamsimas) dalam dokumen perencanaan dan penganggaran di Kotabaru yang diikuti 113 utusan dari total undangan sebanyak 136 peserta yang dilaksanakan di Gedung Paris Barantai Kotabaru, mulai 27-23 Agustus 2019 berakhir.

 

Pelatihan Program Pamsimas III 2019 yang dibuka Sekda Kotabaru H Said Ahmad, Ir. Rurien Srihardjanti, MM, Kepala Dinas Cipta karya dan Tata Ruang selaku Ketua DPMU Kabupaten Kotabaru. Menelorkan beberapa kesepakatan tindak lanjut pelatihan yang dituangkan dalam berita acara kesepakatan tindak lanjut yang ditandatangani oleh perwakilan peserta.

 

Wahyu Mulyaman Koordinaror Pamsimas Kotabaru kepada reporter infobanua.co.id mengatakan, dari hasil diskusi peserta terdapat beberapa poin catatan antara lain, beberapa desa mengakui sedang mengalami krisis air yg ditandai dengan penurunan kualitas air dan debit sumber air baku. Hal ini di indikasi karena adanya alih fungsi lahan maupun lokasi desa berada pada kawasan rawan air.

 

“Untuk itu perlu dilakukan kajian atau pemetaaan kawasan rawan air yang kemudian ditetapkan dalam surat keputusan sehingga bisa direkomendasikan penanganan lebih lanjut,” katanya, Jumat (30/8).

 

Kata Wahyu, dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penyiapan dokumen perencanaan air minum dan sanitasi 100% diperlukan pendampingan intensif dari tenaga fasilitator agar para pelaku di tingkat desa bisa optimal menjalankan peran dalam proses perencanaan dan pengintegrasian dokumen perencanaan dan penganggaran air minum dan sanitasi serta agar sesuai dengan jadwal yang telah di rencanakan.

 

“Pada semester awal tahun 2020 direncanakan proses perbahan RPJMDes dalam rangka menyesuaikan dengan nomenklatur terbaru dan dalam rangka pengintegrasian dokumen perencanaan di tingkat desa,” paparnya.

Menurut Wahyu, dalam rangka meningkatkan koordinasi guna pemantauan dan evaluasi layanan air minum dan sanitasi di tingkat desa maka pelaporan kinerja pengelolaan SPAMS akan dilakukan berjenjang dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten yang dilaporkan setiap triwulan serta menjadikan system informasi berbasis online Pamsimas dan STBM sebagai alat pemantauan bersama.

 

“Adanya best practice dalam penanganan sanitasi di desa Suka Maju, Kelumpang Selatan yang menuntaskan BABS dalam waktu 1 bulan dan arisan jamban di desa Sungup Kanan, Pulau Laut Tengah yang menjadi inspirasi desa lainnya,” katanya.

 

Adanya antusias peserta pelatihan yang menginginkan desanya bisa segera menuntaskan persoalan air bersih dan sanitasi menuju Akses Universal.

 

Menurut Wahyu, pada pelatihan selama 4 hari ini peserta telah mendiskusikan beberapa tema bahasan antara lain, arah kebijakan pembangunan bidang Air Minum dan Sanitasi dan pengarus utamaan pembangunan AMS. Kebijakan umum dan Perkembangan Program Pamsimas sebagai Platform pembangunan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat.

 

Penguatan Kelembagaan AMPL di tingkat desa dan Peningkatan Perilaku PHBS, Pengantar Penyusunan Perencanaan PJM ProAksi/RKM dan Pengantar Perencanaan dan Penganggaran Desa. Integrasi PJM Pro Aksi/RKM ke dalam RPJM Desa/RKP Des, penyusunan APBDes dan praktek integrasi

 

“Diharapkan setelah pelatihan ini peserta mampu menjelaskan kebijakan pemerintah terhadap pemenuhan akses universal dan mempunyai kesamaan pemahaman tentang integrasi PJM Pro Aksi/RKM ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa serta memiliki komitmen dalam mengawal proses pengintegrasian di tingkat desa,” ungkapnya.

 

Reporter:  Gajali Rahman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.