Penegakan Hukum Harus Ditidaklanjuti Dengan Kejadian Kebakaran Lahan

0
0 views

RANTAU – Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Sahruddin, menjelaskan sejauh ini pihak BPBD yang koordinator dari Satgas Udara adalah melaporkan hasil patroli udara. Memang untuk mengetahui itu lahan siapa apakah kooporasi atau perorangan dan dugaannya pembiaran terhadap kejadian karhutla itu perlu dialami lagim dan yang punya kewenangan itu adalah yang punya kawasan terkhusus penegakan hukum. Sejauh ini udara hanya bisa melaporkan adanya asap karena karhutla.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin Noor, mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada lima terekam Drone dan sudah dilaporkan ke satgas penegak hukum. Lima kejadian itu ada dugaan pelakunya dua orang dan ada satu orang. “Itu sudah dilaporkan dan diharapkan penegakan hukum bisa mengambil tindaklanjuti,” kata Wahyuddin.

Di Kabupaten Tapin sering terjadi kebakaran lahan, namun kebakaran paling sering terjadi tidak jauh dari lokasi perkebunan Sawit. Patroli udara melihat pada Jumat (18/8/2019) di Tapin Tengah ada kejadian lahan meski di luar sawit namun api terjadi di areal lain yang ada di dekatnya. Apakah ini dibiarkan?

Wahyuddin memaparkan,.ada lima kejadian yang terekam drone tersebut rata-rata di kawasan Banjarbaru. Beberapa di antaranya, di Banjarbaru di seputaran kantor gubernur, yang lain di daerah Trikora, dan Guntung Upih. Lima itu ada yang bareng dua orang ada yang satu orang. Dugaan sementara ini adalah mengarah ke personal yang dilakukan untuk buka lahan demi kepentingan bisnis guna pengembangan perumahan. Dugaannya ke pengembang perumahan

“Soal penanganan kebakaran hutan dan lahan ini Polana tetap sama, dimana lokasi yang diprioritaskan adalah di seputaran Bandara Syamsudin Noor. Kita tetap fokusnya akan mengamankan bandara bebas dari asap. Karena jika terimbas maka akan ada kerugian dampak ekonomi,” ujarnya.

yus/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here