Petani Kedelai Tanah Laut Kesulitan Pemasaran

0
4 views

Jubaedi bendahara Kelompok Tani Sidomulyo lll desa Tanjung kecamatan Bajuin kabupaten Tanah Laut  mengeluh sulitnya pemasaran kedelai hasil budidaya di desanya.

Keluhan itu disampaikan saat dialog dengan  Tim Monitoring dan Evaluasi program Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian didampingi Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan provinsi Kalimantan Selatan Ir.H.M.Fauzi Noor MP dan Kasi perlindungan Tanaman Pangan BPTPH Witnu Kamis,1 Agustus 2019 .Evaluasi berkaitan dengan bantuan APBN 2019 masalah budidaya kedelai melalui program bantuan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) Kedelai.

Mewakili kelompoknya Jubaedi  optimis budidaya kedelai  varietas Grobogan seluas 3 hektar di kelompoknya yang terealisasi 2 hektar karena kendala cuaca (musim kering).Selain pertumbuhannya baik produktifitasnya 2,2 ton /ha.atau memperoleh 4,4 ton Kedelai Biji Kering (KBK),menggunakan pupuk organik dan Biopestisida .  .Kelompok Tani yang diketuai Saiful Anwar  kedepan sepakat akan terus mengembangkan budidaya kedelai  apabila pasarnya jelas.

Meskipun harga kedelai konsumsi bisa dijual Rp.6000,-/kg, dan benih Rp.12.000/kg namun pintu pasarnya masih sulit,karena pengrajin tahu dan tempe di Plaihari  dominan menggunakan kedelai impor.Namun Ia membantah apabila kedelai lokal kurang bagus kualitasnya ,yang jelas  pasokannya yang sangat kurang karena petani lebih tertarik menanam jagung pakan tegasnya.

Untuk itu meminta kepada pemerintah dalam hal ini yang berwenang dibidang pengadaan benih  ,dan lebih baik lagi Bulog dapat menampung hasil kedelai dari desanya yang cocok untuk budidaya kedelai karena  udaranya cukup mendukung berada diketinggian  400-600 meter Diatas permukaan laut (Dpl), terletak di gugusan pegunungan Meratus. Kedelai merupakan tanaman sela setelah tanaman jagung pakan yang utama tambah Jubaedi yang diamini anggota lainnya.

Apabila pasar kedelai bisa seperti pasar jagung pintu pasarnya jelas,petani di desa Tanjung juga berminat untuk mengembangkan kedelai varietas apapun .Khusus menanggapi keluhan pemasaran ,tim evaluasi juga menyampaikan harapan bahwa benih kedelai hasil penangkaran  dari program PPHT  di Tanah Laut BPSBTPH Kalsel bersedia menampung/membeli hasilnya .

 

Ayi Kuswana/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here