PSGA UIN Antasari: Hukuman Pelaku Kasus Kekerasan Perempuan Harus Berefek Jera

0
4 views

Dalam rangka mencegah berkembangnya kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) melaksanakan kegiatan Seminar Urgensi Unit Pelayanan Pengaduan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari, dengan nara sumber Dr Yurliani dan Ketua PKK Banjarmasin dr Siti Wasilah. Selasa (03/09/2019).

 

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Antasari melihat, harus ada penegakkan hukum yang tegas dan berat untuk pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kasus kekerasan perempuan dan anak yang terus terjadi harus segera dihentikan dengan hukuman yang memberikan efek jera.

 

Penegakkan hukum yang tegas dan berat terhadap pelaku kekerasan tersebut. Sebab, masih terjadinya sejumlah kasus kekerasan mencerminkan tindakan hukum belum optimal memberikan efek jera kepada pelaku.

 

Hal itu terlihat dari kasus kekerasan perempuan dan anak yang masih santer menjadi pemberitaan di media massa. Dengan demikian, kasus kekerasan perempuan dan anak tidak berhenti meski Indonesia adalah negara hukum.

 

Setiap masyarakat ataupun tetangga yang melihat adanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus berani untuk segera melapor. Aparat kepolisian tingkat polsek sangat dekat sekali terhadap lingkungan masyarakat sehingga tindakan hukum segera ditangani.

aldi/ida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here