Dewan Adat Dayak Kotim Bentuk Tim Investigasi Pencari Fakta Korban Penembakan

0
3 views

Keluarga korban penembakan sedang memberikan keterangan kepada pengurus DAD Kotim, dan saat pemakaman korban penembakan yang dilakukan oleh oknum aparat. (nal/brt).

 

Sampit – Kematian M.Kusnadi bin Ici yang disebut sebut sebagai pencuri buah sawit di perkebunan wilayah PT. Seirindu (PT.Sinar Mas Group), Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit. Dirasakan oleh pihak keluarga ada kejanggalan.

Pihak keluarga korban penembakan Herdi (adik kandung korban), Penti Japar (sepupu korban),Supriyadi (keluarga korban) dan Sarapin (keluarga korban) Sabtu (14/9) mendatangi kantor Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, di Jalan A.Yani Sampit. Mereka disambut langsung oleh Ketua 13 M.Zais bersama unsur pengurus DAD Kotim.

Sebelum diadakannya rapat digelar oleh unsur pengurus DAD Kotim, infobanua mencoba menghubungi ketua Harian DAD Kotim, Untung melalui telpon selularnya menjelaskan. Bahwa untuk mengelar rapat terkait dengan adanya korban penembakan oleh aparat warga desa Biru Maju, dirinya telah menggelegasikan kepada M.Zais.

“Saya sekarang saat ini sedang berada di luar kota, untuk memimpin rapat tersebut saya telah menggelegasikan kepada saudara M.Zais untuk memimpin rapat dan ini pasti akan ditindaklanjuti.”Jelas Untung Sabtu (14/9) melalui telpon selularnya kepada infobanua Sampit.

Rapatpun digelar untuk mendengarkan, keterangan keluarga korban M.Kusnadi diruang lantai II DAD Kotim. Mewakili dalam rapat dari pihak keluarga korban Penti Jafar, dari keterangannya mengatakan kematian M.Kusnadi cukup mengagetkan pihak keluarga.

Dari keterangan demi keterangan yang disampaikan oleh pihak ahli waris ataupun pihak keluarga korban diambil kesimpulan, bahwa dari DAD Kotim dengan segera akan membentuk tim investigasi pencari fakta dilapangan dan M.Zais berharap kepada Kapolda Kalteng maupun Kapolres Kotim untuk segera menarik aparatnya disetiap perusahaan perkebunan sawit maupun dipertambangan.

“Dari keterangan yang disampaikan oleh pihak keluarga korban penembakan yang diduga melakukan pencurian sawit, kami simpulkan dalam waktu dekat akan mengadakan rapat pembentukan tim investigasi pencari fakta.”Tegas M.Zais kepada infobanua.
Infobanua Sampit, usai rapat mendengarkan keterangan pihak keluarga korban dengan DAD Kotim, mencoba kembali menghubungi pihak keluarga korban terkait kedatangan mereka kekantor DAD Kotim.

Penti Jafar menjelas mereka kesini mencari keadilan sebab akibat korban M.Kusnadi sampai meninggal dunia dengan cara ditembak, sementara ini mereka hanya mendengarkan sepihak kalau korban adalah pencuri buah sawit di PT. Seirindu (PT.Sinar Mas Group), desa Biru Maju Kecamatan Telawang.

“Kami dari pihak keluarga berharap semoga DAD Kotim, bisa mengungkap kejadian ini secara nyata dan terang.”Harap Penti.

Nal/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here