Kelompok Tani UPJA Maju Bersama Mengembangkan Jasa Alat Pertanian

0
117 views

Hasil sewa 4 unit traktor dan power tresher  sejak tahun 2010 sampai sekarang terkumpul ratusan juta rupiah yang dkembangkan dalam usaha unit-unit kerja anggota. Upja yang semula  Kelompok Tani tahun 2008  berkembang pesat berkat usaha anggota dimasing-masing unit kerja yakni unit sewa traktor,power tresher dan tenda. UPJA berbasis di desa Pamakuan sekarang  tersisa saldo ratusan juta rupiah, belum termasuk sewa mesin panen Combine Harvester dikelola tahun 2019 ini.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA) Maju Bersama Haji Syarmawan,  kemarin di Sungai Tabuk. Segala kebutuhan anggota tambah diambil dari hasil sewa bahkan perjalanan ke luar pulau dalam kunjungan anggota difasilitasi penuh  UPJA Maju Bersama. Tanggung jawab unit usaha dari beberapa komponen yang ada seperti unit traktor,power threser dan tenda diserahkan kepada para pengelola yang penting pembukuan harus sesuai manajemen usaha.

“Tahun ini, telah menerima combine harvester atau mesin panen satu unit dan terkumpul hampir 170 juta rupiah dari petani penyewa,dan tahun depan akan ditambah bahkan apabila dana terkumpul dari hasil sewa,” jelasnya.

Syarmawan mengatakan, anggotanya akan membeli satu unit combine Harvester  dalam mengembangkan usaha UPJA Maju Bersama . Semakin pahamnya petani akan manfaat combine harvester (mesin panen ) karena bisa menekan biaya  sampai 40 % dibandingkan dengan  tenaga manual,baik kelompok tani maupun Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA) di Kalimantan Selatan banyak  mengamprah ke Dinas Pertanian provinsi maupun kabupaten dengan mengajukan proposal pinjam pakai untuk memanen padi di kelompoknya masing –masing atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)

“Kelurahan  Sungai Tabuk Kota telah mengoperasionalkan Combine Harvester  pinjaman dari Dinas Tanaman Pangan provinsi Kalimantan Selatan telah berhasil mengumpulkan   sebesar Rp.33 juta ,perolehan jasa  panen padi dalam 20 hari,” papar Mawan.

Dijelaskan Mawan, sistem pengupahan kata pemilik Kios pupuk warga tani  Sungai Tabuk Kota  tersebut  Jasa Combine Harvester  Rp8000/blek  dari hasil itu 20 % untuk tenaga operator. Pelayanan diutamakan pertama Kelompoknya kemudian Gapoktan  dan petani di luar Gapoktan yang memerlukan. Combine Harvester berkapasitas  besar  selama digunakan merupakan tanggung jawab UPJA  kata Haji  Mawan,Ia malah berencana akan membeli Combine Harvester secara mandiri  yang nantinya milik UPJA Maju Bersama Mawan  apabila hasil dari  jasa panen  terkumpul, ditambah dengan dana yang ada.

Masalah Combine Harvester  milik  pemerintah yang dipinjampakaikan pada saat panen tambah Mawan, akan dievaluasi /didata setiap 2 bulan untuk menghindari penyimpangan oleh UPJA /Kelompok Tani  merupakan tanggung jawabnya agar tidak disewakan ke luar daerah bahkan dipindahtangankan.

Haji Mawan mengusulkan, pemerintah dalam hal ini Dinas TPH selalu mengecek setiap UPJA /K.T,agar mereka selalu berhati hati setiap peminjam mesin panen baik UPJA maupun Kelompok Tani  karena mereka adalah tanggung jawab penuh dan harus mempercayakan kepada operator tunggal  yang benar-benar menguasai dan operator milik UPJA. Alasannya agar alat mesin pertanian yang harganya tidak murah itu tidak mudah rusak  dan awet ,seperti  penggantian oli tepat waktu pembersihan pasca digunakan dan pemeriksaan komponen –komponennya. Combine Harvester yang dipinjam dari Dinas Tanaman Pangan tidak dilengkapi penyedot debu ucap Mawan.Maka dengan itu UPJA /KT.peminjam harus berinisiatif membeli komprsor sendiri .

“Tidak memperkenankan  dioperasionalkan operator lain, karena belum tentu tahu  permasalahan Combine Harvester yang bukan operator khusus(operator kelas mahir) yang menjadi tanggung jawabnya.Hal ini sangat penting berkaitan dengan akan lebih luasnya panen dengan adanya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi ) di kabupaten Banjar termasuk di Sungai Tabuk,” ungkapnya..

Di sisi lain UPJA Maju Bersama  juga telah menmbah kelengkapan operasional mesin panen modern tersebut dengan dana milik UPJA  untuk membernaskan padi  seperti mesin kompresor dan geensete yang lebih besar  agar padi lebih bersih dari gabah hampa dan peralatan lainnya, serta komponen mesin panen terjaga steril.

Ayi Kuswana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here