Puluhan Tahun Desa Baampah Belum Teraliri Jaringan Listrik

0
5 views

Penyerahan Praposal oleh Kades Baampah, Rahmad kepada Manager ULP PLN, Sampit Adman. (nal/brt).

Sampit – Kades Baamapah, Kecamatan Mentaya Hulu, Kuala Kuayan, Sampit,Rahmad Rabu (11/9) bersama dengan perangkat desan untuk menyerahkan praposal kepada manager ULP PLN Sampit, Adman diruang kerjanya. Praposal yang diserahkan tersebut berkaitan dengan permintaan warga desa Baampah yang terdiri 203 Kepala Keluarga dan 3 Rukun Tetangga, untuk segera dibuatkan jaringan listrik masuk desa.

Kedatangan kades Baampah kekantor PLN Sampit berserta perangkatnya, disambut dengan hangat penuh keakraban dan persahabatan oleh manager ULP PLN Sampit, Adman. Rahmad menjelaskan mereka datang kekantor PLN Sampit, hanya untuk menyampaikan praposal yang murni dari permintaan warga desanya.

Praposal itu berisi permintaan kepada pihak PLN Sampit, untuk bisa mengrealisasikan pembuatan jaringan listrik masuk ke desa Baampah dalam waktu dekat ini. Manager ULP PLN Sampit, Adman langsung menerima praposal tersebut yang diserahkan oleh kades Baampah, Rahmad.

Dari penjelasan Adman kepada kades Baampah, praposal tersebut akan mereka proses secepatnya dengan menyampaikan kepada pihak PLN di Banjarbaru (Kalsel). Adman berharap kepada warga desa Baampah untuk bisa bersabar sambil menunggu proses, moga dalam waktu tidak begitu lama permohonan warga ini terealisasikan.

“Selain desa Baampah ini sebenarnya desa lain juga ada yang bermohon kepada kami, mudah mudahan saja niat warga untuk meminta jaringan listrik terkabulkan.”Ujar Adman kepada kades Baampah beserta perangkatnya.

Terkait dengan masuknya akses jaringan listrik ke desa desa itu, masih banyak kendala yang perlu juga diperhatikan. Seperti ingin memasang tiang listrik akses jalan masuk ke desa masih banyak pohon pohon (kebun sawit) yang melintang di jalan, termasuk juga akses jalannya ada yang masih belum tembus menuju desa.

“Ada pengalaman kami warganya berkeinginan listrik masuk desa, sementara pemilik kebun sawit tidak mau mengorbankan pohonnya untuk dipotong bagaimana kita bisa memberikan pengaliran listrik,” jelas manager ULP Sampit ini.

Adman pun memberikan gambaran, dalam kebun sawit jalan untuk menuju desa sepanjang jalan tampak dengan jelas pohon sawit tumbuh dipinggiran jalan. Kalau pihak PLN Sampit ingin mendirikan tiang listrik resikonya terlalu besar takut ada yang tersentrum tentu juga menghambat jaringan yang lain ikut terganggu.

“Untuk desa Baampah dalam waktu dekat ini kami akan coba servey lapangan mana yang paling dekat jaringan listrik menuju desa Baampah.” terangnya kembali.
Nal/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here