Simbiosis Mutualisme Teknologi Terbarukan Dari Kearipan Lokal

0
5 views

MARTAPURA  – Jerami padi di Kalimantan Selatan khsususnya di kabupaten Banjar  tidak lagi dibakar di persawahan pasca panen ,namun sudah banyak dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk organic atau pakan ternak.Jerami padi yang tidak sulit lagi memotong dengan mesin rumput, karena sudah teronggok karena panen menggunakan Combine Harvester  para petani hanya tinggal mengumpulkan dan diangkut dengan kendaraan roda empat (pik-Up) dan bebas dari sawah milik siapa saja. Petani cenderung memilih memproduksi pupuk atau pakan ternak dari limbah setelah mendapat ilmu cara pembuatan pupuk dan pakan dari para penyuluh pertaian maupun peternakan. Hampir diseluruh kabupaten dan kota sebagian petani yang termasuk dalam Kelompok Tania atau Gabungan Kelompok Tani sudah memanfaatkan jerami padi pasca panen sebagai bahan baku utama.

Daerah yang sudah banyak menggunakan  limbah pertanian untuk pakan ternak antara lain di kabupaten Tanah Laut dan kabupaten Banjar .Pada pelatihan di Kelompok Tani Sanggar Tani desa Bincau kecamatan Martapura dengan para instruktur dari BPP Martapura dengan koordinator peternakan Dwi Mardiningsih SPt ,bersama Rifani Hernadi,SPt,Muhammad Nuruddin SPt,di damping Pjs.Kepala BPP .Martapura Denny Hikmatullah ,S,P.direspon Kelompok Tani Sanggar Tani.

Ketua KT.Sanggar Tani Tumino  menyatakan tekadnya untuk memproduksi pakan ternak ruminansi (ternak besar berkaki empat )jenis Sapi karena hasil kajian secara ekonomis dapat meringankan pemeliharaan karena tidak harus selalu mencari rumput ,apalagi musim kemarau susah mencari rumput hijau dan segar .Dengan pakan olahan kata Tumino  bila produksinya banyak dapat bertahan satu tahu dalam bentuk curah .

Pengolahan pakan ternak dan pengolahan limbah ternak dapat menekan biaya berusaha tani 35 % dari biaya umum menggunakan pupuk kimia dan rumput segar .

Simbiosis Mutualisme  jendela masa depan pertanian menciptakan pangan sehat yang ramah lingkungan .

Simbiosis mutualisme  atau saling menguntungkan diantara mahluk yang berbeda mulai diadopsi para petani  , diaplikasikan antara limbah pertanian untuk pakan ternak sementara limbah ternak untuk pupuk pertanian .Teknologi terapan dari  kearipan lokal merupakan kebijakan  para ahli setelah pengkajian para ahli nutrisi pakan ternak.

Teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan bebas pestisida kimia yang segaris dengan program pemerintah agar memproduksi pangan organik atau semi organik yang bergizi dan  aman konsumsi ,berkaitan dengan program Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)  menekan angka stunting yakni bertubuh pendek dan kecil dibandingkan  teman seusianya mulai di terapkan ,dalam hal pemenuan gizi hewani .Gizi yang baik dan higienis harus dimulai dari bahan makanan baik pangan maupun hortikultura  yang mengandung protein dan vitamine bermutu untuk kesehatan tubuh manusia  dari protein hewani yang diberi pakan bermutu dan bergizi .demikian dikatakan Muhammad Nuruddin S.Pt dari  Kelompok Jabatan Fungsional (Kjf) selaku  pendamping pada kegiatan tersebut.

Penerapan  pertanian  sehat ramah lingkungan sebagaimana dalam pelatihan pembuatan pakan ternak  dari limbah pertanian di Kelompok Tani Sanggar Tani desa   Bincau kecamatan Martapura kabupaten Banjar sebagai titik awal pertanian sehat yang ramah lingkungan .di kawasan tersebut.

Koordinator peternakan kecamatan Martapura dan PPL Bincau Dwi Mardiningsih S.Pt. mengatakan,pakan ternak sistem permentasi campuran cacah jerami padi ,tetes tebu ,dedak atau bekatul dalam dosis tertentu  yang dipermentasi akan menambah berat fisik sapid an dapat menyuburkan sapi betina untuk regenerasi .

Nutrisi  pakan ternak dengan campuran limbah pertanian seperti jerami padi limbah jagung,kedelai ,tetes tebu atau gula,dan dedak  dipermentasi selama seminggu atau lebih dapat bertahan sampai satu tahun.

Ketua Kelompok Tani Sanggar Tani Tumino dengan anggota kelompoknya  yang memelihara 19 ekor sapi bantuan pemerintah tahun 2018 silam,menambahkan dengan pakan ternak olahan berat badan sapi terus bertambah    minimal 2 sampai 3 ons perhari ,esuai dosis pakan yang diberikan,sementara limbah sapi yang diolah dengan mesin Unit Pengolahan Pupuh Organik(UPPO) akan menjadi pupuk organik yang mempunyaiu nilai ekonomis ,dapat menekan ongkos produksi sampai 30 % dari penggunaan pupuk kimia dan pestisida.Tumino berencana menanam berbagai jenis hortikultura padam masa musim hujan Oktober Maret dilahan 3,5 hektar.

Ayi Kuswana/IB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here