6 Macam Penyebab Terjadi Inflasi di Kota Banjarmasin

0
3 views

BANJARBARU – Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain nasi dengan lauk, baju muslim, ikan gabus, emas perhiasan dan obat dengan resep.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik  (BPS) Prov Kalsel, Ir. Diah Utami, M.Sc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, Agnes Widiastuti, Selasa (2/10/2019). Pada bulan September 2019 di Kota Banjarmasin terjadi inflasi sebesar 0,06 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 138,87 pada bulan Agustus 2019 menjadi 138,95 pada bulan September 2019.

Menurut Diah, Inflasi di Kota Banjarmasin bulan September 2019 terjadi karena adanya kenaikan  indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok Sandang sebesar 2,17 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,46 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,90 persen, kelompok pendidikan dan rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,46 persen, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,21 persen,” jelas Diah.

Diah mengatakan, Kota Tanjung pada Bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar 0,61 persen. Laju inflasi kalender Tahun 2019 ( September 2019 terhadap Desember 2018) terjadi inflasi sebesar 0,34 persen dan laju inflasi “year on year” adalah 0,98 persen. Komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi di Kota Tanjung antara lain daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, kacang panjang dan semangka.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain kangkung, sawi hijau, ikan kembung, bayam, emas perhiasan. Di Kota Tanjung komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi selama bulan Septenber 2019 antara lain daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, kacang panjang, semangka,” ungkap Diah

Dari 82 kota ya tercatat  12 kota mengalami inflasi, 70 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di kota Meulaboh sebesar 0,91 persen, dan terendah di kota Palopo sebesar 0,01 persen. Kota yang mengalami deflasi tertinggi di Kota Sibolga sebesar 1.94 persen dan deflasi terendah kota Surabaya sebesar 0,02 persen.

id/MB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here