Kader Perempuan Golkar Gelar Zikir Dan Santunan Dengan Ketua MPR RI, Ingatkan Tujuan Bernegara Sesungguhnya

0
5 views

 JAKARTA: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) Bambang Soesatyo mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan negara tercinta agar aman dan damai, terhindar dari konflik sosial dan tindakan anarkis yang dapat mengubah disharmoni dan meningkatkan kualitas generasi mendatang. 

Acara dan himbauan disampaikan secara moral Bamsoet, panggilan akrab politisi Golkar yang baru saja terpilih sebagai Ketua MPR RI dalam kegiatan “Doa dan Zikir untuk Negeri Aman dan Damai”, diikuti oleh kegiatan Santunan Perempuan Kepala Keluarga dan Anak Yatim-Piatu bersama Ketua MPR RI , Selasa (8/10/2019) di Rumah Dinas, Jalan Widya Candra III No 10 Jakarta Selatan.

Acara dihadiri beragam jamaah, kader Golkar dan juga masyarakat umum. Sementara itu, Kyai Haji Zulfa yang menjadi penceramah dalam kesempatan tersebut meyakinkan, arti penting persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi kekuatan bangsa ini bisa melewati ujian dan tantangan.

“Ini karena modalitas para pejuang memerdekakan bangsa ini selain karena kegigihan dan soliditas yang kokoh berlandaskan visi yang sama dalam meraih kemenangan,” ujar Kyai Haji Zulfa.

Kyai Haji Zulfa mengatur kepemimpinan yang amanah menjadi landasan utama tentang keteladanan dan sangat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan dan kualitas kepemimpinan orang-orang yang dibutuhkan dan dibutuhkan oleh pemerintah.

Ketua Penyelenggara yang juga kader Perempuan Golkar, Dina Hidayana menyebut acara yang diinisiasi bersama para koleganya sebagai Kader Perempuan Partai Golkar yang bergerak lintas generasi dan lintas suku ini berupaya mengembangkan kontemplasi demi mencari nilai-nilai spiritual demi menikmatinya dan menang bersama.

“Manusia wajib berikhtiar terbaik, namun hanya Tuhan-lah yang menentukan warna dari perjalanan hidup kita,” katanya.

Turut meramaikannya kegiatan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) dan anak yatim-piatu untuk bersama-sama berdoa bagi perdamaian negara, bukan hanya karena memercayai doa mereka dengan mudah di dengar, namun juga membuka ajang silaturahmi untuk para politisi dan masyarakat yang telah mapan untuk meminta bantuan tugas dan peran mulia dari pengaktifan politik yang utama adalah menciptakan masyarakat adil Makmur, dan sejahtera.

Kaum yang terpinggirkan dan tidak terpeerhatikan haknya sebagai individu dan warga masyarakat, seperti yang memperdebatkan Perempuan Kepala Keluarga yang perlu mendapat persetujuan dari negara dan masyarakat, karena harus mendapat persetujuan yang buruk, pandangan miring dan cibiran serta stereotip negatif dari masyarakat awam karena statusnya.

“Negara harus hadir dalam mengatasi masalah dan kesulitan rakyat,” ujar perjuangan perempuan dan anak ini.

Menurutnya, anak yatim, adalah satu dari sekian generasi penerus bangsa yang sejatinya dipundaknya pula masa depan negeri ini dipertaruhkan.

Kewajiban negara dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal yang lemah untuk menjadi kuat, melindungi mereka dari pertahanan dalam bentuk apa pun, bebas melawan pertahanan,”tegasnya.

Politisi Beringin asal Jawa Tengah ini kembali mengingatkan bahwa Undang-Undang atau peraturan tidak dibuat untuk dilanggar, tetapi untuk diimplementasikan atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Perempuan Kepala Keluarga adalah Ibu bangsa yang perlu dilindungi oleh negara dalam kehidupan dan penghidupannya. Demikian pula dengan anak yatim-piatu juga merupakan generasi masa depan yang harus dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin bangsa yang berakhlaqul karimah,” ucap Dina.

Di akhir acara, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo selaku tuan rumah menyampaikan pesan penting untuk anak-anak negeri agar tidak minder dan ragu melangkah keluar dari dinasti politik atau lingkaran darah biru.

“Karena Kita memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan memegang pucuk pimpinan. Maka jangan ragu, khawatir, dan takut termasuk dengan bayangan kita sendiri. Kita harus punya keyakinan kuat,” tegas politisi senior Beringin asal Jateng ini.

Bambang Soesatyo sendiri sudah membuktikan soal jelata rakyat, peluang dan mimpi itu bisa diraihnya dengan kerja keras dan kerja cerdas. Meski kadang-kadang dalam beberapa hal jalan hidup menjemput takdir tidak selamanya mulus seperti yang dikehendaki. Tapi itulah tantangan yang harus dijadikan peluang dan kesempatan untuk diperjuangkan.

Sebagai Ketua MPR RI, Bamsoet  berjanji akan mengawal sepenuhnya untuk bersama-sama menjaga stabilitas politik sebagai wujud tanggung jawabnya, hubungan eksekutif dan legislatif yang dinamis akan berjalan lebih bersahabat agar Presiden Jokowi dapat menjalankan fungsi eksekutif dengan sebaik-baiknya dan aman sampai akhir masa jabatannya.

Di tempat yang sama, Ulla Nuchrawaty, Ketua Umum KPPG periode 2014-2017, menegaskan peran dan eksistensi perempuan sangat penting dalam menentukan warna bangsa ini ke depan. Tanpa pelibatan perempuan di sektor-sektor strategis justru akan semakin mengerdilkan arti penting mainstreaming gender.

Acara ditutup dengan pemberian tali asih kepada Perempuan Kepala Keluarga dan Anak Yatim-Piatu oleh tokoh-tokoh senior perempuan Golkar, Anggota DPR RI lintas partai dan Sahabat Bambang Soesatyo.

rel/tyas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here