Lulusan Akademi Maritim Nusantara tak Ada yang Menganggur Terserap di Dunia Pelayaran

0
194 views

BANJARMASIN.- Akademi Maritim Nusantara Banjarmasin (Amnus)  melantik dan mewisuda perwira pelayaran niaga dan kepelabuhanan untuk tahun ajaran 2018-2019. Wisuda yang dilakukan di Hotel Golden Tulip Galaxy Lantai 2, Sabtu (12/10).

 

Selama 3 tahun mereka melakukan pendidikan, dan hampir 100% lulusan Akademi Maritim Nusantara banyak terserap dibeberapa perusahaan pelayaran, instansi pemerintah, dan perhubungan, termasuk di PT Pelindo.

 

Animo masyarakat tentang pendidikan kepelayaran dan kepelabuhan masih belum begitu besar sehingga Akademi Maritim Nusantara ini belum mampu memenuhi harapan.

 

Dirut Akademi Maritim Nusantara Indonesia Banjarmasin Fathuliansyah SE MM mengatakan, wisuda  kali ini memenuhi permintaan para mitra Amnus, dimana 40 perwira dari Akademi Kemaritiman Nusantara Banjarmasin siap diserahkan. “Namun sementara permintaan belum bisa dipenuhi, karena mitra kerja memunta sebanyak 150 perwira untuk siap bekerja,” katanya.

 

Kata Fathul, Amnus Banjarmasin sudah mencetak 662 perwira, tahun ini masuk angkatan ke-3.  Tahun 2017 Amnus ditantang langsung oleh Presiden RI Joko Widodo mampu tidak meluluskan seribu maritim Nusantara. “Inilah tantangan bagi kita, remaja-remaja, para pemuda, agar terpanggil masuk maritim. Saat ini kita sosialisasikan bahwa kesempatan kerja di bidang pelayaran sangat luas dan terbuka lebar,” bebernya.

 

Sementara Jumadri Masrun pembina Amnus mengatakan, Selama 3 tahun mahasiswa Amnus dididik sebanyak 60 persen mata kuliahnya dari dunia pelayaran, perusahaan bongkar muat, GPT, dan ekspedisi.

“Jadi mereka sudah siap pakai ke depannya, kita juga sudah mencoba sekarang sudah ada dosen khusus yang sudah S2 dari bidang kemaritiman,” katanya.

 

Imam Mahmudi SE MM Ketua Yayasan  Pendidikan Maritim Banjarmasin menambahkan, bahwa pelaut-pelaut RI kebanyakan orang Banua Kalsel. Selain mencetak tenaga kepelabuhanan, Amnus  juga mencetak tenaga pelaut-pelautnya.

“Sedangkan peluang kita kan masih kecil bagaimana nanti kami juga bersama-sama dengan stick holder lainnya memperjuangkan kepada pemerintah untuk tetap membatasi kapal-kapal asing masuk Indonesia dan memberikan kesempatan Pelayaran Nasional untuk menjadi angkutan kepelayaran tebesar di Kalsel, “ katanya.

febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here