Mardani H Maming Yakin Jokowi – Maruf Wujudkan Keadilan dan Kemakmuran

0
39 views

JAKARTA- Ketua HIPMI terpilih H Mardani H.Maming mengatakan bahwa pasangan presiden dan wakil presiden yang resmi dilantik Minggu sore (20/10), Jokowi-Ma’ruf Amin, merupakan pasangan yang ideal—nasionalis, religius maupun pebisnis yang sudah tidak perlu diragukan lagi.

 

“Pak Jokowi sudah berpraktek di pemerintahan sejak menjadi Wali Kota, Pak Kiai Ma’ruf Amin adalah orang yang bergelut di dalam dunia keulamaan, beliau juga mengerti tentang ekonomi syariah,” kata Mardani, di Jakarta (20/10).

 

Ketua Umum HIPMI terplih 2019-2022, menilai pasangan tersebut merupakan perpaduan yang merepresentasikan dari kelompok-kelompok religius, nasionalis, maupun pebisnis.  Mantan bupati termuda Indonesia ini optimis Jokowi-Maruf bersama menterinya memaksimalkan pertumbuhan

 

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin kami yakin dapat mewujudkan kinerja perekonomian yang lebih baik dari lima tahun ke belakang. Jokowi akan mampu mengintegrasikan berbagai kebijakan untuk mendorong arus investasi masuk lebih besar,” katanya.

 

CEO PT Batulicin Enam Sembilan Group dan PT Maming Enam Sembilan—ini melihat pemerintahan Jokowi bisa melakukan pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih baik. “Karena saat ini rasa percaya dan optimisme di tengah masyarakat terus membaik terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi,” paparnya.

 

Disisi lain, Mardani berharap para menteri yang terpilih bisa memahami dan menjalankan visi serta misi dari Presiden Jokowi. Pasalnya, tanpa pemahaman itu, visi dan misi sebagus apapun yang digagas oleh Presiden Jokowi akan percuma karena tidak bisa dijalankan dengan baik.

 

“Tentunya pembantu presiden yang pertama kali substansinya di kala terpilih menjadi menteri itu perlu memahami mendalami bahkan menjalankan mengkonkretkan visi dan misi Pak Presiden (Jokowi),” ujarnya.

 

Selanjutnya, Mardani mengatakan kalau para menteri harus bisa memahami dan mempelajari situasi dan kondisi terkini. Sehingga, nantinya mereka tidak mengeluarkan kebijakan yang justru bisa membuat situasi semakin memburuk.

 

“Perlu dipelajari lebih dahulu, mengevaluasi apa yang sudah dikeluarkan, dan apa yang belum berjalan berkaitan dengan Kementerian yang akan dipimpinnya. Untuk bagian yang tadi dalam rangka mencapai visi dan misi pak presiden. Jadi perlu ada evaluasi internal sebelum membuat rancangan atau roadmap kebijakan atau regulasi,” jelasnya.

 

Lalu, menteri yang terpilih harus bisa lebih banyak lagi melibatkan para pelaku usaha dalam membuat kebijakan. Sebab menurutnya, hanya para pelaku usaha lah yang mengetahui kondisi yang ada di lapangan dan biasannya menteri profesional hanya ahli dalam menguasai bidangnya saja.

 

“Menteri yang baru melibatkan pelaku usaha dalam hal membuat roadmap kementerian itu sendiri. Karena yang sangat mengerti market adalah pelaku usaha terlepas Menterinya apakah profesional tapi profesionalnya seorang menteri kan hanya di bidangnya saja,” tukas Mardani.

 

Anang Fadhilah

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here