Pekerja Informal di Kalsel Diharapkan Bisa Ikut BPJS Ketenagakerjaan

0
11 views

BANJARMASIN – Deputi BPJS Ketenagakerjaan Kalimantan Panji Wibisana mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan diharapkan diikuti seluruh pekerja dan sektor informal. Saat ini di Kalsel sebanyak 1,9 Juta pekerja penerimah upah dan pekerja mandiri atau informal masih sedikit tergarap.

“Banyak keuntungan yang bisa didapat dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun,” katanya usai launching Pasar Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Pasar Terapung Siring Tendean Kota Banjarmasin, Minggu (13/10/2019).

Kata Panji, Pasar Sadar merupakan kegiatan tentang kesadaran mengikuti program jaminan sosial Ketenagakerjaan yang terus disosialisasikan mulai paling bawah. Pekerja informal boleh mengikuti program BPJS ketenagakerjaan. Misalnya, mengikuti program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian kemungkinan juga bisa mengikuti jaminan hari tua atau tabungan hari tua.

BPJS Kesehatan merupakan penyelenggara program jaminan sosial di bidang kesehatan yang merupakan salah satu dari lima program dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang

Sementara Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan sebelumnya bahwa dirinya sudah meresmikan Sadar BPJS di Kelurahan Teluk Dalam Launching Sadar BPJS Ketenagakerjaan.

“Manfaatnya sudah dirasakan sampai hari ini ada sebanyak 78 ketua RT yang meninggal dunia dan mereka adalah peserta dari BPJS Ketenagakerjaan yang kemudian mendapatkan santunan 24 juta. “Hal itu saya tanya kepada istrinya almarhum kemudian juga ahli, warisnya itu betul-betul sangat bermanfaat bagi keluarga,”sebutnya.

Kemudian juga uang duka itu bisa untuk anak-anaknya yang akan melanjutkan sekolah atau untuk membuka usaha jualan. Dengan kepesertaan ini betul-betul bisa membantu keluarga kota Banjarmasin terutama pekerja dan sektor informal mandiri.

Untuk itu wali Kota Banjarmasin wacananya akan mengeluarkan pemberitahuan surat edaran untuk menyampaikan kepada perusahaan guna mengikutsertakan pekerja mereka bagi penerima upah.

Kepada pekerja informal mandiri seperti pedagang, tukang dan sejenisnya mereka itu sudah menjadi anggota dirinya salut karena sudah sadar akan BPJS Ketenagakerjaan itu.

Selanjutnya untuk anggota PMK, mudah-mudaham dapat diusulkan dari dana hibah. Karena iurannya hanya Rp16.000/bulan kepada petugas BPK swasta ini. Kebetulan pemadam kebakaran di Banjarmaein terbanyak di Asia Tenggara, terutama swasta pribumi,”ungkap Ibnu Sina. Tinggal formulanya seperti apa dengan Satpol PP Damkar juga dengan ABPD akan diusulkan dulu.

Deputi Ketenagakerjaan Panji Wibisana mengatakan, saat ini pekerja mencapai 1,9 juta lebih baru dicover 56 persen. “Makanya melalui Launching Pasar Sadar tahun ini kami targetkan sampai dengan Desember 2019 itu sebanyak 675 tahun 2019 ini,”sebutnya.

Memang lanjutnya, BPJS Ketenagkerjaan itu perubahan dari Jamsostek “Kami akan lakukan sepanjang tahun dan tahun depan juga seperti itu. Jadi seluruhnya nanti akan mengikutsertakan PU dan Bukan pekerja upah (BPU) atau sektor informal,”terang Panji.

Menyikapi pernyataan wali kota tersebut menandakan bahwa luar biasa kepedulian pemerintah. Memang untuk PU dari perusahaan swasta besar sudaj dicover BPJS Jakarta karena kantor perusahaan pusatnyandi sana.

“Karena kebanyakan di Kalimantan ada perusahaan tambang dan perkebunan biasanya yang besar-besar itu mereka sentralisasi di Jakarta,”bebernya.

Makanya dari kesemua itu sisanya lagi adalah pekerja informal yang dia nggak punya majikan atau bekerja dengan sendirinya atau Mandiri. Angkatan kerja itu sebanyak 90,8 juta yang sudah kami cover itu 52 juta. Jadi baru 56,7% BPJS Ketenagakerjaan terserap,”jelas Panji.

Sebagai penyelenggara yang paling utama adalah pemerintah daerahnya, menjalankan luar biasa perlindungan BPJS tersebut. Dengaj demikian pekerja mandiri seperti tukang parkir dan bangunan hingga pengacara dapat terlindungi.

Maulida Fitriani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here