PTS dan PTN di Kalsel Peroleh Kucuran Dana Rp11,8 Miliar

0
57 views

BANJARMASIN – Memasuki era revolusi industri 4.0 semua lini kegiatan harus akrab dengan kemajuan teknologi informasi. Mensikapi kondisi itu, STIKES Borneo Lestari menggelar seminar dengan tema Bagaimana Tenaga Farmasi Menghadapi Tantangan di Era Digital, di Banjarmasin Sabtu (12/10).

Kegiatan seminar dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Kalsel Heriansyah ini juga dihadiri ahli famasi dan mahasiswa akademi farmasi  di Banjarmasin.

Dalam kata sambutannya, Heriansyah berharap bidang kefarmasian harus menyiapkan pranata dan SDM untuk menyambut era digitalisasi. Sebab jika tidak di bekali, tentu akan kalah bersaing.

“Era digital 4.0 semuanya berbasis aplikasi digital, untuk itu demi kelancaran administrasi terutama dalam bidang ke Farmasian. SDM harus siap untuk bisa berdaya saing,” ucapnya.

Kata Heriansyah, guna mendukung peningkatan kualitas perguruan, Pemprov Kalsel sudah menggelontorkan anggaran melalu dana hibah sebesar Rp11,8 miliar kepada Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Kalsel.

“Pemprov Kalsel mendorong agar Perguruan Tinggi maju dan meningkat sumber daya manusianya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Muslim pihaknya sudah melakukan pelayanan jemput bola dibisang kesehatan dengan menggunakan sistem informasi berbasis teknologi.

“Diharapkan mahasiswa kesehatan ketika lulus terus memanfaatkan teknologi digital lewat aplikasi yang membatu masyarakat mendapatakan pelayanan prima,”ucapnya didampingi Wakil Ketua I Bidang Akademik STIKES Borneo Lestari, M Nazarudin.

Febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here