Tangkal Arus Global dan Proxy War yang Merusak Lewat Penghayatan Nilai Pancasila

0
12 views

KUALA KAPUAS – Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa diseluruh dunia.

Tapi bangsa Indonesia kini menghadapi ancaman yakni perang ideologi dan proxy war yang tidak kasat mata tapi dampaknya sangat terasa. Melihat gejala ini Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro dan Kadis Pendidikan Kapuas Suwarno Muriat.

“Perang ideologi atau “porxy-war” ini, bisa ditangkal dengan Pancasila, karena adalah acuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Sehingga proxy war bukan menjadi alasan hancurnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terkandung di dalam Pancasila,” kata Kapolres Kuala Kapuas usai upacara bendera Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Stadion Panunjung Tarung Kapuas, Selasa (1/10).

Kata Tejo, upacara 1 Oktober untuk mengenang kembali jasa para pahlawan kita yang telah membela negara kita dan menjunjung tinggi pancasila pada saat itu. Dengan adanya hari kebangkitan pancasila ini kita bisa lebih meningkatkan dan mempedomani bagaimana pengamalan pancasila didalam sendi-sendi kehidupan.

Kadis Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat
Kadis Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat

Tanamkan Moral Pancasila Sejak Dini

Sementara Hari Kesaktian Pancasila Kadis Pendidikan Kapuas Suwarno Muriyat menghimbau generasi muda bisa sejarah kelam bangsa. Kemudian untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari lewat pelajaran PPKN, dan pembentukan karakter.

“Pembentukan karakter dengan mengintegrasikan pada semua mata pelajaran.Sehingga mata pelajaran saat ini diintegrasikan dengan moral. Nah, pendidikan moral yang dimaksudkan itu tidak terlepas dari pengamalan Pancasila,” ujarnya.

Alfarida Sari

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here