Balai Benih TPH Prov Kalsel Adopsi Teknologi Tanaman Padi Menambah Wawasan dan Pengetahuan Teknis

0
52 views

Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikul tura Provinsi KalSel melakukan koordinasi dan adopsi teknologi tanaman padi di Balai Benih Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) Kabupaten Subang Jawa Barat. Koordinasi dan Adopsi Teknologi Padi ini sangat bermanfaat bagi Balai Benih TPH Provinsi KalSel.

Hal tersebut disampaikan Ir M Birumdhani F selaku Kepala Balai Benih TPH Provinsi Kalsel. Tujuan dilakukan koordinasi adalah untuk mengetahui ketersediaan benih sumber padi yang ada di BBPadi agar mendukung kegiatan perbanyakan benih di Kalimantan Selatan tahun 2020. Sedangkan Adopsi Teknologi Tanaman Padi dilakukan untuk menambah pengetahuan teknis lapangan sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi Balai Benih menghasilkan kelas benih tanaman padi sesuai dengan mutu dan kualitas.

“Perbanyakan benih padi tahun 2020 nanti di BBTPH KalSel baik di fasilitasi APBN atau APBD seluas 28 hektar,” jelasnya.

Sementara Masliyana SP MP selaku Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Produksi dan Distribusi Tanaman Pangan mengatakan menambah pengetahuan teknis SDM baik UPB dan staf Balai Benih, nantinya akan di tularkan sekembali ke banua untuk pengembangan pertanian di Kalimantan Selatan khususnya dalam melaksanakan produksi benih, pengembangan teknologi dan informasi perbenihan.

Peserta Adopsi Teknologi Padi adalah Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Produksi  dan Distribusi Benih Tanaman Padi, Penanggungjawab UPB Padi Sungai Tabuk dan Binuang beserta staf Balai Benih.

Idrus Hasmi SP Kepala Seksi Pendayagunaan Hasil Penelitian BBPadi menjelaskan, sebaran varietas padi lebih 90 persen luas pertanaman padi di Indonesia di tanam oleh varietas unggul hasil padi Litbang Pertanian, penggunaan benih sumber dari BBPadi dimanfaatkan Balai Benih Provinsi dan Kabupaten, BUMN, Produsen benih swasta, BPTP dan Kebun Percontohan lingkup Badan Litbang.

“Produksi benih UPBS, terdiri dari BS, 50 – 60 varietas, hasil 15 – 20 ton benih, FS, 20 – 30 varietas hasil 30 – 35 ton benih, NS, 20 varietas hasil 20 ribu malai, serta produksi benih 8 – 15 calon varietas untuk persiapan pelepasan varietas,” papar Idrus dihadapan rombongan Balai Benih KalSel.

Ir Sri Wahyuni MSc Manajer Representatif UPBS menyampaikan beberapa inovasi varietas padi sawah dan padi gogo yang mana bisa di adopsi dan dikembangkan di Kalimantan Selatan. Inovasi varietas padi gogo yang di sampaikan meliputi potensi hasil tinggi (inpago 12, 8, 9 dan 10), tahan terhadap blast (inpago 4, 5 dan 11), toleransi kondisi naungan (rindang 1 dan 2), toleransi untuk dataran tinggi (luhur 1 dan 2), aromatik (situ patenggang), beras merah (inpago 7)

Menurutnya, inovasi varietas padi sawah (beras khusus) menghasilkan beras aromatik, ketan putih dan merah, beras merah pulen dan aromatik, beras hitam, japonica, bamati serta yang mempunyai kandungan Zinc tinggi. Ada  inovasi varietas padi sawah dengan menghasilkan potensi hasil tinggi, tahan terhadap OPT, toleran untuk dataran tinggi, laham salin, lahan tadah hujan, green super rice, umur pendek, tahan terhadap rendaman dan kadar amilosa tinggi.

“Balai Besar Penelitian Tanaman Padi ini mempunyai peran stategis dan penerapan inovasi teknologi berupa daya hasil tinggi, spesifik agroekosistem, adaptif dengan dampak perubahan iklim, ketahanan terhadap hama dan penyakit, umur genjah untuk meningkatkan indek pertanaman dan keunggulan hasil panen sehingga sesuai dengan selera konsumen,” katanya.

#yanabalaibenih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here