DRPD Batam Minta Pertamina Berikan Sanksi Keras

0
25 views

BATAM – Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Asnawati Atig mengatakan, para mafia solar ini tidak mungkin leluasa jika tidak dibantu oleh oknum SPBU. Karena itu, Asnawati meminta Pertamina memberi sanksi yang lebih tegas kepada oknum SPBU yang nakal tersebut.

“Regulasi dari pemerintah kan sudah ada, nah pertanyaan saya Kenapa bisa Lolos? Pengambilan Solar itu dari SPBU. Karena itu kami minta ketegasan Pertamina dan Pemkot. Bila perlu cabut izinnya.” ujar Politisi Partai Nasdem.

Menurut Asnawati, sejatinya kartu yang diberikan kepada pengguna solar bersubsidi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Batam cukup untuk menekan angka penyalahgunaan.

“Hanya saja, selalu ada celah bagi para penimbun solar  ini untuk bermain. Kita minta ini persoalan serius, menyangkut persoalan hajat hidup orang banyak, kerugian jauh lebih besar jika kelangkaan solar terus terjadi,” katanya.

Ia juga meminta pihak yang berwajib lebih aktif melakukan pendalaman terhadap penyalahgunaan BBM ini. “Aparat hukum harus lebih tegas dalam memberi efek jera kepada mereka, kami mendengar dari masyarakat banyak yang memodifikasi tangki BBM mobil agar bisa membeli solar lebih banyak di SPBU, ini membuat Solar cepat habis di SPBU,” katanya.

Dikatakanya, ini tidak fair, curang sekali, kasihan masyarakat lain. Kronologis kejadian,   Rabu (11/12/2019) Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Tigor Nabariba melakukan penggerebekan penimbun Solar di sebuah bengkel di Kaveling Melati, segulung.

Banyak muncul spekulasi, sebab tidak mungkin penimbunan Solar tersebut bekerja sendiri. Hasil penyelidik sementara Penyidik Pegawai Negeri Sipil(PNS) kota Batam, ada 12 angkutan umum yang diduga terlibat dalam kasus ini. Mereka memodifikasi tangki dan mengambil solar di SPBU.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan, modus penimbunan BBM ini masih dengan cara lama, yakni memodifikasi mobil tertentu dan membeli di SPBU tertentu. “Saya minta kepada Kadis Perindag melalui PPNS melakukan pendalaman,” kata Mantan Kadis Prindag Kota Batam.

Amsakar minta Dinas Perhubungan(Dishub) Kota Batam harus lebih ketat melakukan uji KIR terhadap mobil angkutan Umum. Karena dari temuan tersebut ada 12 angkutan umum yang terlibat.

 

Gusty Bebi Daga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here