Pengembangan Bisnis Jamkrida Terganggu Tambahan Modal Belum Cair

0
9 views

BANJARMASIN – PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencatatkan pertumbuhan positif selama tahun 2019. Hingga Desember 2019, sudah merealisasikan jaminan Oktober sebanyak Rp1,6 triliun. Dengan jumlah UMKM yang menerima kucuran 4.200 dan total terjamin 21.000 dari target 17.000 UMKM.

Hal ini dikatakan Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Rizqillah Suhaili, Kamis (5/12/2019), dengan gambaran itu, PT Jamkrida perlu suntikan modal guna mengganti biaya klaim yang sudah disalurkan ke UMKM selama ini.

“Kami mengakukan Rp130 miliar guna mengganti biaya klaim yang sudah kami salurkan di tahun 2019. Mudah-mudahan perda yang saat ini digodok DPRD Kalsel bisa kelar,” katanya.

Secara umum, lanjut Rizqi, pihaknya optimis bisa merealisasikan target 2019, karena sudah merealisasikan jaminan Oktober sebanyak Rp1,6 triliun. Dan aset Jamrida awal berdiri Rp70 miliar,

hingga kini sudah Rp140 miliar lebih.

PT Jamkrida Kalsel saat ini menunggu pengesahan Peraturan Daerah (Perda) terkait penambahan modal dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel.

Dia pun berharap penambahan modal ini bisa segera terealisasi, mengingat tambahan modal sangatlah strategis perannya dalam pengembangan bisnis PT Jamkrida Kalsel di masa yang akan datang.

Saat ini modal yang dimiliki oleh PT Jamkrida Kalsel hanya sebesar Rp 70 Miliar. Padahal idealnya modal minimal yang harus dimiliki sebesar Rp200 Miliar.

“Kami harapkan jika DPRD Kalsel sudah mensahkan, minimal ada tambahan modal di 2020 mendatang sebesar Rp 40 Miliar. Kalau itu bisa terealisasi maka kami akan mudah melakukan kerjasama penjaminan dengan perbankan nasional lainnya,” pungkasnya.

Jamkrida, diluhat dari jumlah UMKM yang terjamin juga mengalami peningkatan sekitar 5.000 jenis usaha sejak Juli lalu. Dimana kriteria penjaminan mengikuti ketentuan yang diberikan perbankan.

Aset yang dibukukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) hingga saat ini mencapai Rp 130 miliar dari modal awal sejak resmi beroperasi hanya Rp 70 miliar.

Selain itu, Jamkrida Kalsel menargetkan mampu menyetorkan deviden yang lebih besar kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel pada 2019.

Rizqillah Suhaili menuturkan, secara internal pihaknya sudah bersepakat minimal bisa menyetorkan deviden hingga Rp 700 juta ke Pemprov Kalsel selama 2019 ini.

“Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding setoran deviden kita ke Pemprov Kalsel pada tahun lalu yang hanya dikisaran Rp 100 juta,” ungkapnya.

Tingginya proyeksi pemberian deviden ke Pemprov Kalsel sendiri tidak lepas dari geliat bisnis perbankan yang semakin membaik di Kalsel dan minimnya jumlah klaim yang dibayarkan oleh PT Jamkrida Kalsel.

Ditambahkannya, pemberian jumlah deviden ke Pemprov Kalsel sejumlah Rp700 juta tersebut nantinya akan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu yang biasanya digelar pada akhir tahun.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.