Pemerintahan Desa di Sintang Dibentuk untuk Kurangi Angka Kemiskinan

0
122 views

Sintang, Infobanua.com, Bupati Sintang Jarot Winarno membuka sekaligus memberikan arahan dalam kegiatan rapat kerja Camat, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sintang tahun 2020, yang dilaksanakan di Gedung Pancasila Sintang, Kamis, (23/01/2020).

Dalam arahannya, dihadapan seluruh peserta rapat kerja yang hadir, Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengatakan bahwa berdirinya suatu desa itu bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum, “tujuan desa itu didirikan ialah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengatur ketertiban dunia, didalam UUD 1945 bahwa daerah otonom itu ada dua, yakni Kabupaten dan Desa, tentunya Pemerintah Desa dibentuk itu untuk menghilangkan angka kemiskinan dan memajukan kesejahteraan umum”, ujar Jarot.

Masih kata Bupati Sintang, menjelaskan bahwa setiap desa itu ada penilaiannya dan penilaiannya itu dilakukan pada setiap tahun yang mengutamakan tiga faktor pendukung, “ada namanya Indeks Desa Membangun, yang mengaitkan 3 faktor utama, yakni faktor ketahanan ekonomi, faktor ketahanan sosial, faktor ketahanan ekologi, yang dimana didalamnya terdapat level desa-desa, seperti yang paling rendah ialah Desa Sangat Tertinggal, dan di level paling tinggi ialah Desa Mandiri”, ucapnya.

Jarot mengungkapkan bahwa desa yang ada di Kabupaten Sintang masih ada yang masuk dalam kategori sangat tertinggal dan juga ada desa yang sudah masuk dalam kategori desa mandiri, “ditahun 2018 lalu tidak ada satupun desa yang masuk dalam kategori desa mandiri, yang ada hanya kategori Desa Sangat Tertinggal sebanyak 212 desa, kemudian untuk ditahun 2019 Desa Mandiri di Sintang ada 6 desa, dan Desa Sangat Tertinggal sebanyak 86 desa, ini luar biasa, teman-teman di Desa sudah membangun desa karena dari tahun 2018 ke 2019 Desa Sangat Tertinggal sudah turun”, ungkapnya.

“kemudian, apa defenisi daripada desa sangat tertinggal tersebut, yakni mengalami kerentanan terhadap masalah bencana alam, banjir, longsor, gempa bumi, permasalahan ekonomi, konflik sosial antar masyarakat, itu yang menyebabkan penilaian suatu desa bisa masuk dalam kategori desa sangat tertinggal”, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni menjelaskan tujuan diselenggaranya kegiatan rapat kerja ini, “pertama itu untuk menyinkronkan program Pemerintah nasional dan pemerintah Daerah terkait beberapa hal seperti stunting, P2EMAS, Desa ODF, kemudian untuk meningkatkan pemerintahan yang baik sekaligus perangkat desanya yang berkualitas, membahas peningkatan status desa berkembang dan desa mandiri, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di desa, serta peningkatan pemerintahan desa dan pembinaan masyarakat desa dalam rangka menumbuhkan ekonomi masyarakat desa yang berkeadilan”, jelasnya. ( Ndi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.